Beda dengan Folarin Balogun, Kartu Merah Jarell Quansah Berujung Skorsing 2 Laga
Poin Penting
|
MIAMI, investortrust.id –Inggris mendapat pukulan menjelang duel perempat final Piala Dunia 2026 menghadapi Norwegia. Bek Jarell Quansah dijatuhi hukuman larangan dua pertandingan akibat kartu merah yang diterima saat menghadapi Meksiko pada babak 16 besar.
Sanksi tersebut membuat pelatih Thomas Tuchel kehilangan salah satu opsi penting di sektor bek kanan ketika The Three Lions menghadapi Norwegia di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB. Bahkan, jika Inggris berhasil lolos ke semifinal, Quansah tetap tidak dapat dimainkan karena masih harus menjalani hukuman pertandingan kedua.
Quansah diusir keluar lapangan pada menit ke-54 ketika Inggris mengalahkan Meksiko 3-2. Wasit mengubah keputusan setelah mendapat rekomendasi VAR untuk meninjau tayangan ulang, yang menunjukkan Quansah melakukan tekel tinggi terhadap bek Meksiko, Jesus Gallardo.
Absennya Quansah semakin memperumit situasi di lini pertahanan Inggris. Reece James masih berjuang memulihkan cedera hamstring yang dideritanya sejak laga fase grup melawan Ghana. Bek Chelsea itu belum berlatih penuh bersama tim dan hingga kini masih menjalani program latihan terpisah.
Masalah di posisi bek kanan memang terus menghantui Inggris sepanjang turnamen. Saat Reece James cedera, Quansah sempat dipercaya tampil menghadapi Panama sebelum mengalami cedera dan digantikan Djed Spence. Pada pertandingan berikutnya melawan DR Kongo, Spence menjadi starter. Sementara Declan Rice bahkan harus dimainkan sebagai bek kanan darurat pada akhir pertandingan.
Quansah sempat kembali fit dan turun melawan Meksiko. Tapi, kartu merah yang diterimanya membuat Ezri Konsa harus mengisi posisi tersebut hingga pertandingan berakhir. Kini, harapan terbesar Inggris adalah Reece James bisa pulih tepat waktu agar Tuchel tidak kembali mengubah komposisi lini belakang saat menghadapi Norwegia.
Atas hukuman FIFA untuk Quansah, Tuchel menyoroti konsistensi penerapan aturan disiplin FIFA. Pelatih asal Jerman itu mengaku heran setelah melihat hukuman satu pertandingan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, ditangguhkan selama 12 bulan menyusul intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Tuchel, keputusan tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan mengenai batasan proses banding terhadap keputusan wasit. "Di mana semua ini dimulai dan di mana akan berakhir? Apakah kami bisa membatalkan kartu merah Quansah atau tidak? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" kata Tuchel, dilansir ESPN.
Tuchel menilai FIFA perlu memberikan kejelasan mengenai standar yang digunakan dalam setiap proses banding agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di kalangan peserta turnamen.
"Pertanyaannya adalah di mana batasnya. Saya tidak punya jawabannya. Apakah nanti setiap kartu kuning atau kartu merah akan diajukan banding? Siapa yang menentukan sebuah keputusan layak dibatalkan atau tidak?" ujar Tuchel.
Baca Juga
Jadwal Piala Dunia 2026: Prancis Lawan Maroko, Ulangan Semifinal 2022!
