Kontroversi Skorsing Striker AS Folarin Balogun Ditangguhkan FIFA, Belgia Protes Keras
Poin Penting
|
SEATTLE, investortrust.id – Kontroversi mewarnai persiapan laga Amerika Serikat (AS) melawan Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) secara resmi memprotes keputusan FIFA yang mengizinkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, tetap bermain meski sebelumnya menerima kartu merah langsung.
Balogun sempat dipastikan harus menjalani skorsing setelah diusir wasit saat AS mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0. Dia diganjar kartu merah langsung pada menit ke-64 akibat pelanggaran terhadap bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic.
Namun, Komite Disiplin (Komdis) FIFA secara kontroversial kemudian memutuskan menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut. Keputusan itu membuat Balogun tetap memenuhi syarat untuk memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.
Baca Juga
Sinyal Pensiun, Cristiano Ronaldo Tegskan Piala Dunia 2026 Ajang Terakhir
FIFA mendasarkan keputusannya pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memberikan kewenangan kepada Komite Disiplin untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin dalam kondisi tertentu.
Keputusan tersebut langsung mendapat penolakan dari RBFA. The Red Devils menilai FIFA telah menyimpang dari regulasi disiplin yang selama ini diterapkan secara konsisten sepanjang Piala Dunia 2026.
"RBFA terkejut dengan keputusan FIFA yang menyatakan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, memenuhi syarat untuk tampil pada pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia," tulis Belgia itu dalam pernyataan resminya.
RBFA berpendapat keputusan tersebut bertentangan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA yang mengatur bahwa pemain yang menerima kartu merah otomatis harus menjalani larangan bermain satu pertandingan.
Selain itu, Belgia juga menilai FIFA mengabaikan Pasal 10.5 Regulasi Kompetisi Piala Dunia 2026 yang menyebut hukuman skorsing berlaku otomatis bagi pemain yang mendapat kartu merah langsung maupun akibat akumulasi kartu kuning.
RBFA menegaskan aturan mengenai kartu merah selama ini selalu dijelaskan dalam rapat koordinasi sebelum pertandingan dan menjadi bagian dari materi resmi Piala Dunia 2026. Karena itu, federasi Belgia kini tengah mempelajari langkah hukum yang dapat ditempuh untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.
"Untuk melindungi hak-hak sah seluruh tim peserta dan menjaga prinsip dasar fair play dalam olahraga ini, baik pada Piala Dunia kali ini maupun edisi-edisi berikutnya, RBFA sedang menyelidiki seluruh opsi yang tersedia," lanjut pernyataan Belgia.
Keputusan FIFA dipastikan menjadi salah satu isu yang paling disorot menjelang duel AS kontra Belgia. Sebab, kehadiran Balogun dinilai dapat memberikan keuntungan besar bagi tuan rumah dalam upaya mengamankan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.
Baca Juga
Jadwal Piala Dunia 2026: Inggris Melawan Trauma Estadio Azteca
