Ditelepon Donald Trump, Independensi FIFA di Kasus Skorsing Folarin Balogun Dipertanyakan
Poin Penting
|
SEATTLE, investortrust.id – Alasan di balik kontroversi pencabutan skorsing striker Amerika Serika (AS) Folarin Balogun terungkap. Hukuman itu dibatalkan setelah Presiden Amerika Donald Trump menghubungi FIFA.
Balogun menerima kartu merah saat AS mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 setelah dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Tarik Muharemovic. Keputusan itu menuai protes karena insiden terjadi saat kedua pemain sedang berebut posisi. Akibatnya, sang pemain absen lawan Belgia di babak 16 besar.
Namun, sehari sebelum pertandingan di Lumen Field, Seattle, FIFA secara kontroversial membatalkan hukuman Balogun. FIFA menjelaskan hukuman otomatis satu pertandingan terhadap Balogun ditangguhkan berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.
Baca Juga
Rekor Buruk! Pertama Kali dalam 36 Tahun, Brasil Gagal ke Perempat Final Piala Dunia
Ini memicu perdebatan soal penerapan regulasi disiplin FIFA. Keputusan tersebut juga membuka diskusi mengenai sejauh mana pengaruh faktor di luar lapangan terhadap keputusan dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Keputusan FIFA semakin menuai kontroversi karena Donald Trump merayakannya melalui media sosial miliknya. "Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan sebuah ketidakadilan besar!" tulis Donald Trump di media sosial resmi miliknya.
Ternyata, laporan ABC Sport menyebut Donald Trump sempat menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino seusai kemenangan AS atas Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar. Dalam percakapan tersebut, dia meminta FIFA meninjau kembali kartu merah Balogun.
Asosiasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) menyambut baik keputusan tersebut dan memastikan fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada duel melawan Belgia. “Kami menerima keputusan Komite Disiplin. Seluruh perhatian kami kini tertuju pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia di Seattle," bunyi pernyataan US Soccer.
Keputusan FIFA bahkan sempat mengejutkan para pemain Amerika Serikat. Bek Chris Richards mengaku skuad AS pertama kali mengetahui kabar tersebut dari media sosial saat dalam perjalanan menuju tempat latihan. "Awalnya kami mengira itu hasil AI. Kami benar-benar tidak yakin apakah kabar itu benar atau tidak," katanya.
Pelatih ASMauricio Pochettino mengaku tidak ikut campur dalam proses banding tersebut. Menurutnya, seluruh proses ditangani federasi, sementara dirinya hanya berkonsentrasi menyiapkan tim menghadapi Belgia. "Saya tidak terlibat. Saya fokus mempersiapkan tim menghadapi Belgia. US Soccer bekerja sangat keras untuk membela posisi kami," ujarnya.
Saat ditanya mengenai keterlibatan politisi dalam proses tersebut, Pochettino memilih memisahkan urusan sepak bola dengan politik. "Tidak, kita tidak boleh mencampuradukkan keduanya. Ini adalah keputusan FIFA berdasarkan bukti yang mereka miliki. Jika memang ada keputusan yang dianggap tidak adil, sepak bola harus memiliki mekanisme untuk memperbaikinya," tegas eks nakhoda Tottenham Hotspur.
Di sisi lain, keputusan tersebut memancing kemarahan Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Mereka menyatakan "terkejut" karena FIFA dinilai mengabaikan aturan yang selama ini berlaku mengenai hukuman otomatis akibat kartu merah.
RBFA menilai keputusan itu bertentangan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA yang menyebut kartu merah langsung otomatis berujung skorsing satu pertandingan. Belgia juga menegaskan regulasi Piala Dunia 2026 secara jelas mewajibkan pemain yang menerima kartu merah menjalani hukuman pada laga berikutnya.
Baca Juga
Gokil! 2 Gol Berkelas Erling Haaland Kirim Brasil Pulang Kampung
