Karier Unik Matt Freese, Ilmuwan Harvard Pilih Jadi Kiper Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Tim nasional Amerika Serikat memiliki sosok unik dalam skuad Piala Dunia 2026, yaitu Matt Freese. Dia bukan hanya kiper tangguh saat mengawal gawang The Sam Army lawan Paraguay, Jumat (12/6/2026), melainkan juga lulusan Harvard dari keluarga ilmuwan ternama.
Nama Freese semakin mencuri perhatian setelah tampil impresif dalam beberapa kesempatan bersama tim nasional. Kiper berusia 27 tahun itu kemudian mengeser Matt Turner dari starting line-up pada laga perdana AS di Piala Dunia 2026.
Namun, perjalanan Freese menuju level tertinggi sepak bola tidak datang secara instan. Sejak kecil, dia dikenal sangat obsesif mengembangkan kemampuannya. Saat berusia sekitar 10 tahun, Freese bahkan berlatih berjam-jam di halaman rumah bersama sang kakak dengan menghadapi ratusan tembakan setiap malam.
Baca Juga
Melejit di Piala Dunia 2026, Johan Manzambi Jadi Incaran Chelsea dan Manchester United
Ketika merasa kemampuan terbangnya masih kalah dibanding kiper lain seusianya, Freese berlatih sendiri di kamar dengan menjatuhkan tubuh ke atas tempat tidur sambil membayangkan sedang menepis bola. “Mungkin itu sebabnya tempat tidur saya akhirnya rusak,” katanya, dilansir NBC News.
Kecerdasan tampaknya memang mengalir dalam darah keluarga Freese. Kakek dan nenek dari pihak ayah merupakan ilmuwan Jerman yang bermigrasi ke AS setelah Perang Dunia II dan bekerja di National Institutes of Health. Kakeknya, Ernst Freese, dikenal sebagai ahli biologi molekuler yang berkontribusi dalam penelitian mutasi DNA, kanker, hingga penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Ayah Freese, Dr. Andrew Freese, juga bukan sosok sembarangan. Dia merupakan ahli bedah saraf lulusan Harvard yang kemudian meraih gelar doktor neurobiologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Sementara bibinya, Katherine Freese, merupakan astrofisikawan terkemuka yang dikenal lewat penelitian tentang materi gelap dan asal-usul alam semesta.
Di tengah lingkungan keluarga akademisi tersebut, keputusan Freese untuk menjadi pesepak bola profesional sempat memunculkan keraguan. Tapi, dia memilih jalan berbeda. Sebagai kompromi dengan keluarganya, Freese tetap masuk Harvard untuk belajar ekonomi sambil bermain sepak bola. Dia akhirnya meninggalkan kampus lebih awal untuk bergabung dengan klub MLS, Philadelphia Union, pada 2018, sebelum menyelesaikan kuliahnya secara daring dan meraih gelar sarjana pada 2022.
Menariknya, ilmu yang dipelajarinya di bangku kuliah juga ikut memengaruhi gaya bermainnya. Saat masih mahasiswa, Freese pernah menyusun proyek penelitian panjang mengenai tendangan penalti. Pendekatan ilmiah tersebut masih digunakannya hingga kini dalam membaca permainan lawan dan mengambil keputusan di lapangan.
“Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa saya adalah murid dari permainan ini. Saya pikir banyak orang keliru menganggap tugas kiper hanya menghentikan tembakan. Yang sebenarnya kami lakukan adalah mencegah gol, baik melalui posisi yang tepat, komunikasi yang baik, pemahaman permainan, maupun membaca situasi,” jelas Freese.
Kemampuan membaca permainan itu menjadi salah satu kekuatan utama Freese. Pada Piala Emas CONCACAF 2025, dia menjadi pahlawan AS saat menepis tiga penalti dalam adu penalti melawan Kosta Rika di perempat final.
Dengan perpaduan kecerdasan akademis, disiplin tinggi, dan kemampuan teknis yang terus berkembang, kiper lulusan Harvard itu berpotensi menjadi pilihan utama AS di bawah mistar saat laga kedua kontra Australia digelar di Lumen Field, Seattle, Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB.
Baca Juga
Cek Videonya! Momen Horor Tekel Assim Madibo yang Bikin Kaki Ismael Kone Patah
