Kenali 2 Jenis Cedera Bahu yang Sering Terjadi pada Penggemar Olahraga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Para sport enthusiast yang gemar gym, padel, tenis, badminton, hingga renang sering mengandalkan sendi bahu yang memiliki rentang gerak paling luas dengan fleksibilitas tinggi untuk menunjang setiap gerakan. Namun, gerakan lengan secara berulang dalam jangka panjang dapat menimbulkan risiko cedera yang membatasi gerak dan menurunkan performa olahraga.
Dua cedera bahu yang paling sering terjadi adalah rotator cuff injury dan frozen shoulder. Untuk memahaminya, dr. Sumpada Priambudi, Sp.OT-Shoulder dari Mayapada Hospital memberikan penjelasan lengkap mengenai kedua kondisi tersebut.
“Rotator cuff injury adalah cedera pada kelompok otot dan tendon yang berfungsi menjaga stabilitas serta pergerakan bahu. Umumnya terjadi akibat penggunaan berulang, trauma, atau proses degeneratif. Kondisi ini biasanya ditandai nyeri saat mengangkat lengan, kelemahan pada bahu, serta kesulitan melakukan aktivitas di atas kepala,” jelas dr. Priambudi.
Ia melanjutkan, “Sementara itu, frozen shoulder atau adhesive capsulitis adalah kondisi ketika kapsul sendi atau selubung pelindung sendi bahu mengalami peradangan dan penebalan yang menyebabkan kekakuan secara bertahap. Kondisi ini ditandai keterbatasan gerak yang makin memburuk, serta nyeri terutama pada malam hari dan saat melakukan aktivitas sederhana seperti menyisir rambut atau mengangkat lengan.”
Baca Juga
Masalah pada Aorta Jantung Bisa Bahayakan Nyawa, Deteksi Sejak Dini
Penanganan kedua kondisi ini disesuaikan dengan tingkat keparahannya. “Pada banyak kasus, terapi konservatif seperti fisioterapi, latihan mobilitas sendi, serta penggunaan obat antiinflamasi dapat membantu meredakan keluhan dan meningkatkan fungsi bahu,” terang dr. Priambudi.
Dalam kondisi tertentu, tindakan medis seperti injeksi sendi atau prosedur artroskopi minimal invasif dapat dipertimbangkan untuk membantu memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. “Tindakan artroskopi dilakukan dengan sayatan kecil sehingga proses pemulihan pasien dapat berlangsung lebih cepat,” ungkap dr. Priambudi.
Dengan memahami jenis cedera bahu, pengenalan gejala dan penanganan yang tepat menjadi aspek penting bagi para sport enthusiast dalam menghadapi risiko cedera. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital memiliki layanan Orthopedic Center yang menangani berbagai keluhan nyeri otot dan sendi, mulai dari pencegahan, pemeriksaan, hingga pemulihan cedera bersama tim dokter spesialis.
Selain itu, Mayapada Hospital juga menghadirkan layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang mendukung kebugaran, performa tubuh, dan penanganan cedera olahraga. Layanan ini mencakup skrining, pencegahan, penanganan cedera, hingga peningkatan performa agar aktivitas dapat dilakukan secara optimal. SITPEC didukung fasilitas lengkap seperti gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis untuk menunjang program latihan.
Informasi lengkap mengenai layanan kesehatan di Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, seperti jumlah langkah kaki, detak jantung, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
Baca Juga
Mudah Capek dan Dada Tidak Nyaman? Echocardiography Bantu Deteksi Gangguan Jantung Lebih Akurat

