Kenali 6 Jenis Magnesium Ini dan Manfaatnya bagi Tubuh
JAKARTA, investortrust.id – Magnesium, mineral yang berperan dalam berbagai fungsi fisiologis tubuh manusia, seringkali diabaikan dalam perhatian nutrisi sehari-hari. Padahal, dalam proses metabolik, magnesium memainkan peran signifikan menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan.
Ahli gizi terkemuka dari MPM Nutrition di New York, Marissa Meshulam, R.D. menjelaskan, magnesium terlibat dalam lebih dari 300 reaksi kimia. Fungsi utamanya adalah sebagai kofaktor, membantu enzim melakukan berbagai reaksi penting di dalam tubuh.
Peran magnesium mulai dari mengatur gula darah hingga menjaga kesehatan saraf, otot dan tulang, mendukung kekebalan tubuh, dan menjaga detak jantung yang stabil.
Menurut Lauren Twigge, R.D.N., dari Lauren Twigge Nutrition, dikutip dari Good Housekeeping, magnesium menjadi mineral utama yang harus dipenuhi dalam jumlah cukup besar sebagai asupan harian, untuk memastikan organ tubuh berfungsi dengan baik.
Baca Juga
Penduduk Indonesia Harus Sehat agar Bisa Manfaatkan Bonus Demografi
Magnesium juga merupakan nutrisi kunci dalam diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain manfaatnya yang sudah dikenal, ada berita menarik terkait magnesium baru-baru ini.
Sebuah penelitian dari Australia menunjukkan, asupan magnesium yang memadai terkait dengan kesehatan otak yang lebih baik, terutama pada wanita. Untuk itu, penting bagi kita untuk memperhatikan asupan magnesium dalam diet harian kita.
Rata-rata jumlah magnesium yang direkomendasikan setiap hari sekitar 310-320 mg untuk wanita dewasa. Sedangkan kebutuhan remaja perempuan dan wanita hamil sekitar 360 mg. Untuk pria dewasa, jumlah magnesium yang disarankan sekitar 400-420 mg.
Sebagian besar orang dapat memperoleh magnesium yang cukup melalui makanan sehari-hari. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti pengobatan dengan diuretik, pola makan yang buruk, diare akut, alkoholisme, muntah atau penyakit gastrointestinal, risiko kekurangan magnesium meningkat. Untuk itu butuh suplemen magnesium tambahan.
Berikut 6 jenis magnesium yang tersedia dan diperjualbelikan dengan bebas. Meskipun berbagai jenis magnesium mirip, masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Karena itu penting untuk mengerti suplemen apa yang cocok untuk Anda.
Baca Juga
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Herbalife Gelar Kick Off Herbalife Run 2023
1. Magnesium Oksida
Salah satu jenis suplemen magnesium yang paling umum ditemui. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi 400–600 mg magnesium oksida dapat membantu mencegah migrain, terutama pada perempuan yang sedang menstruasi.
Perlu diingat bahwa efek samping magnesium oksida mirip dengan efek samping bentuk hidroksida, yaitu diare. “Magnesium oksida umumnya memiliki tingkat penyerapan yang rendah, sehingga sering kali tidak dianggap sebagai pilihan yang efektif untuk mengatasi kekurangan magnesium. Suplemen ini berguna untuk meredakan mulas atau sembelit,” kata Meshulam.
2. Magnesium Hidroksida
Magnesium hidroksida memiliki beberapa kegunaan yang penting. Salah satu penggunaan yang paling umum adalah dalam bidang kedokteran sebagai agen pencahar dan antasida. Dalam kedokteran, magnesium hidroksida sering digunakan untuk mengobati gejala seperti sembelit, gangguan pencernaan, dan kelebihan asam lambung.
Baca Juga
Ini Tips Olahraga yang Nyaman dan Aman di Tengah Polusi Udara Tinggi
Sifat alkali magnesium hidroksida membantunya menetralkan kelebihan asam di lambung, yang dapat membantu mengurangi gejala seperti rasa terbakar dan nyeri lambung.
3. Magnesium Sitrat
Seperti amanya, magnesium ini ditemukan dalam buah jeruk dan mudah diserap oleh tubuh. Sering digunakan untuk mengatasi masalah sembelit, magnesium sitrat meningkatkan penyerapan air di usus, membuat kotoran lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Jenis magnesium ini memiliki efek pencahar yang lebih lembut dibandingkan dengan magnesium oksida.
4. Magnesium Klorida
Mengandung klorin dan sering digunakan untuk mengatasi kekurangan magnesium dalam makanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa magnesium klorida mungkin bermanfaat untuk mengobati gejala depresi, meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Baca Juga
Tak Hanya Jadi Simbol Dukungan, Semangka Juga Kaya Manfaat untuk Kesehatan
5. Magnesium Laktat
Magnesiu jenis ini umumnya mudah diserap dan sering digunakan sebagai suplemen bagi orang yang mengalami kekurangan magnesium. Jenis ini juga digunakan sebagai pengawet dan penyedap makanan, serta sering ditemukan pada makanan yang difortifikasi. Namun, konsumsi berlebih dapat menyebabkan diare, kembung, atau gas.
6. Magnesium Glisinat
Bentuk magnesium ini dapat diserap dengan baik dan biasanya digunakan untuk efek relaksasi tanpa efek pencahar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa magnesium glisinat mungkin bermanfaat dalam mengobati depresi dan terkadang direkomendasikan untuk membantu penderita insomnia.
Baca Juga
Hore, Pengobatan Covid-19 Kini Masuk Penjaminan BPJS Kesehatan

