Para Tokoh Penting Dunia Hadiri WEF Davos, Ada Pengusaha Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Tokoh-tokoh penting dari sedikitnya 100 negara akan menghadiri pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Pertemuan tahunan ke-54 bertajuk Rebuilding Trust (Membangun Kembali Kepercayaan) itu bakal berlangsung pada 15-19 Januari 2024.
Para tokoh penting di WEF Davos terdiri atas kepala negara, petinggi pemerintahan, pimpinan organisasi, tokoh publik, aktivis, insan pers, pelaku bisnis, dan chief executive officer (CEO) perusahaan-perusahaan terkemuka dari berbagai penjuru dunia.
Baca Juga
Sejumlah Tokoh Penting akan Hadiri WEF 2024 di Davos, Siapa Saja?
Sejumlah pengusaha Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam acara bergengsi itu, salah satunya CEO PT Bakrie& Brothers Tbk (BNBR) yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.
“Tema WEF 2024 sangat relevan dengan dinamika saat ini. Semoga ada solusi,” kata Anindya Bakrie lewat kiriman video dari Davos yang diterima investortrust.id di Jakarta, Selasa (16/01/2024) dinihari.
Tema WEF (Rebuilding Trust), menurut Anindya Bakrie, mencakup empat kategori atau isu utama. Isu pertama adalah mencapai keamanan dan kerja sama di dunia yang terpecah. Isu kedua yaitu menciptakan pertumbuhan dan lapangan kerja untuk era baru.
"Adapun isu ketiga adalah kecerdasan buatan sebagai kekuatan pendorong perekonomian dan masyarakat. Sedangkan isu keempat yaitu strategi jangka panjang untuk iklim, alam, dan energi," tutur Anin.
Baca Juga
Zelensky Akan Berpidato di WEF Davos, demi Menggalang Dukungan?
Kerja Sama Dunia
Sebagaimana dijelaskan pihak penyelenggara WEF, isu keamanan dan kerja sama dunia bakal menjadi salah satu poin terpenting agenda WEF tahun ini, terutama yang berkaitan dengan konflik yang terus berlanjut, seperti perang Rusia-Ukraina dan krisis Israel-Hamas.
Dalam konteks ini, masyarakat internasional memandang perlunya menjalin kerja sama global untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola risiko konflik.
Mengenai isu pertumbuhan dan lapangan kerja baru, menurut pihak panitia, sejumlah negaramasih berjuang mengatasi tingkat pengangguran yang tinggi danperlambatan ekonomi pascapandemi.
Baca Juga
Itu sebabnya, pertemuan WEF 2024 akan fokus pada upaya pemerintah dan dunia usaha menciptakan strategi yang lebih berpusat pada masyarakat, dengan memberikan ruang bagi lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi ke depan.
| CEO PT Bakrie & Brothers dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, (berdiri, kedua dari kanan), memberikan sekapur sirih pada jamuan makan malam bersama peserta World Economic Forum dari seluruh dunia di Davos, Senin, (15/01/2024). Foto: Investortrust/Anindya Bakrie. |
Perihal isu kecerdasan buatan, WEF akan turut mendorong perusahaan dan pemerintah menggunakan teknologi dan alat berbasis kecerdasan buatan (AI), terutama untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, meningkatkan rantai pasokan, memprediksi bencana alam secaralebih akurat, serta meningkatkan transparansi dan kerja sama antarnegara, sekaligus menekan risikonya.
Bagaimana dengan isu perubahan iklim? Dalam isu perubahan iklim, WEF akan membahas metode jangka panjang dan berkelanjutan menuju target netralitas karbon pada 2050, sambil tetap memiliki akses terhadap sumber daya yang terjangkau, inklusif, serta aman, seperti air, energi, dan pangan.

