Kontrak Berjangka Saham di Bursa AS Menguat Jelang Libur Natal
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Kontrak berjangka saham AS menguat pada Minggu malam (21/12/2025) menjelang pekan perdagangan yang dipersingkat karena libur Natal. Para pelaku pasar menimbang apakah saham teknologi dapat kembali menguat sebelum akhir tahun.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 83 poin atau 0,2%. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing menguat 0,2% dan 0,3%.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Melemah di Tengah Memudarnya Pamor ‘Magnificent-7’
Wall Street baru saja melewati pekan yang beragam bagi indeks-indeks utama. Lonjakan saham teknologi di akhir pekan perdagangan membantu mendorong S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatatkan pekan kenaikan ketiga dalam empat pekan terakhir, masing-masing naik 0,1% dan 0,5%. Sementara itu, indeks Dow Jones yang beranggotakan 30 saham—yang mencatat kinerja lebih baik sepanjang bulan ini—turun 0,7%, memutus reli tiga pekan berturut-turut.
Saham-saham kecerdasan buatan (AI) kembali menguat pekan lalu setelah sempat tertinggal. Saham Oracle, yang sebelumnya menjadi salah satu yang berkinerja terburuk, melonjak setelah TikTok menyepakati penjualan operasional AS-nya kepada sebuah usaha patungan baru yang melibatkan raksasa perangkat lunak tersebut dan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake. Saham Nvidia juga kembali bangkit.
Baca Juga
Reli Saham AI Dongkrak Pasar AS, Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat
Namun demikian, investor mencermati apakah saham AI mampu mempertahankan kepemimpinannya menjelang akhir tahun, terutama ketika dana mulai beralih ke saham-saham berharga lebih murah di tengah kekhawatiran valuasi teknologi yang dinilai terlalu tinggi. Keraguan juga muncul mengenai apakah reli “Santa Claus” akan terjadi, seiring S&P 500 kesulitan bertahan di level teknikal kunci.
“Pandangan saya beberapa pekan lalu adalah pergerakan lambat di akhir tahun. Dan saya rasa itu telah berubah menjadi fase pergerakan berfluktuasi di akhir tahun,” kata Justin Bergner, manajer portofolio di Gabelli Funds, seperti dikutip CNBC.
Bursa Efek New York akan tutup lebih awal pada Rabu pukul 13.00 waktu setempat pada malam Natal dan akan tutup penuh pada Kamis terkait perayaan Hari Natal.

