Tunggu Rilis Data Ekonomi Penting, Yield Obligasi AS Bergerak Naik
Poin Utama
- Yield Treasury 10 tahun naik ke 4,149% seiring optimisme perumahan.
- Penjualan rumah baru Agustus tembus 800.000, di atas perkiraan.
- Powell sebut risiko inflasi naik dan lapangan kerja melemah.
- Bayangan shutdown pemerintah federal AS makin nyata.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS bergerak naik pada Rabu (24/9/2025) seiring investor menunggu rilis data ekonomi penting pekan ini, termasuk inflasi PCE yang menjadi indikator favorit Federal Reserve.
Ketidakpastian politik terkait kemungkinan penutupan pemerintah federal pada 30 September turut menambah kehati-hatian pasar.
Baca Juga
Powell Sebut The Fed Hadapi ‘Situasi Menantang’, Yield Treasury AS Turun
Yield obligasi tenor 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,149%, sementara tenor 2 tahun berada di 3,606% dan tenor 30 tahun di 4,754%. Kenaikan ini mendapat dorongan dari laporan penjualan rumah baru Agustus yang mencapai 800.000 unit, jauh di atas perkiraan 650.000 unit.
“Koreksi suku bunga dalam beberapa bulan ke depan bisa mendorong pemulihan perumahan dan mengurangi risiko resesi,” ujar Jeffrey Roach, kepala ekonom LPL Financial, seperti dikutip CNBC. Ia menambahkan, siklus pemangkasan suku bunga tanpa resesi secara historis mendukung kinerja aset berisiko.
Di sisi lain, Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral menurunkan suku bunga pekan lalu karena lemahnya pasar tenaga kerja lebih mendesak dibanding inflasi yang masih bandel. Powell menyebut kondisi saat ini sebagai “situasi menantang” dengan risiko inflasi yang cenderung naik dan risiko lapangan kerja yang cenderung turun.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Indikasikan Pemotongan Lanjutan
Pasar kini menantikan data PDB kuartal II pada Kamis dan inflasi PCE pada Jumat. Namun, tensi politik juga meningkat setelah Presiden Donald Trump membatalkan pertemuan dengan pimpinan Demokrat terkait kesepakatan anggaran darurat untuk mencegah penutupan pemerintah.

