Yield Obligasi AS Naik Jelang Rilis Data Ekonomi Penting Pekan Ini
NEW YORK, Investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik tipis karena investor menunggu data ekonomi utama yang akan diterbitkan minggu ini.
Baca Juga
Investor Pertimbangkan Arah Kebijakan Moneter, Imbal hasil Treasury 10-tahun Turun
Rilis data ekonomi itu diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang prospek suku bunga dan keadaan perekonomian.
Dikutip dari CNBC, pada 16:02. ET, Senin (26/02/2024), imbal hasil Treasury 10-tahun lebih tinggi sekitar 2 poin menjadi 4,278%. Imbal hasil Treasury 2 tahun terakhir naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,723%.
Penjualan rumah baru pada bulan Januari berada di bawah perkiraan para ekonom karena suku bunga hipotek tetap tinggi.
Penjualan rumah keluarga tunggal baru mencapai 661,000 pada bulan ini, meningkat 1.5%, menurut angka penyesuaian musiman yang dirilis Biro Sensus dan Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan pada hari Senin. Angka ini lebih rendah dari perkiraan Dow Jones masing-masing sebesar 680.000 dan 2,4%.
Investor menantikan lebih banyak data ekonomi yang akan dirilis minggu ini, yang beberapa di antaranya dapat menjadi masukan bagi keputusan Federal Reserve mengenai kebijakan suku bunga. Ini termasuk ukuran inflasi yang disukai The Fed, yaitu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, yang dijadwalkan dirilis pada hari Kamis.
Para pejabat The Fed dalam beberapa pekan terakhir berulang kali mengatakan bahwa mereka menantikan data untuk mendapatkan lebih banyak bukti bahwa inflasi bergerak menuju target 2% agar mereka lebih percaya diri dalam memangkas suku bunga.
Indeks harga konsumen dan indeks harga produsen terbaru lebih tinggi dari perkiraan, memicu kekhawatiran mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meredakan inflasi dan apakah hal ini berarti suku bunga akan tetap lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Pasar terakhir kali memperkirakan penurunan suku bunga pertama akan dilakukan pada bulan Juni.
Data penting lainnya minggu ini termasuk angka produk domestik bruto yang diperbarui pada hari Rabu. Pertanyaan mengenai apakah perekonomian akan mampu menghindari resesi karena suku bunga tetap tinggi telah tersebar luas di kalangan investor.
Baca Juga
Risalah FOMC Indikasikan The Fed Belum Percaya Diri Turunkan Suku Bunga Segera

