Indonesia Masuk Grup Inti dalam Konferensi PBB soal Pengakuan Palestina
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Persiapan menuju Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) semakin memanas dengan agenda khusus membahas isu Palestina. PBB akan menggelar Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara pada Senin (22/9/2025) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB Hari Prabowo menjelaskan bahwa konferensi ini bertujuan menggalang dukungan sebanyak mungkin negara untuk memberikan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat.
“High Level Conference Two State Solution ini tujuannya adalah untuk menggalang sebanyak mungkin negara yang memberikan pengakuan terhadap state of Palestine, sehingga akan meningkatkan leverage Palestina dalam proses negosiasi damai,” kata Hari dalam pengarahan media di PTRI New York, Sabtu (14/9/2025) dilansir Antara.
Baca Juga
Prabowo dan 145 Negara di Sidang Umum PBB New York, Apa yang Disampaikan Indonesia?
Hari menuturkan konferensi ini diketuai bersama oleh Prancis dan Arab Saudi. Kedua negara bertindak sebagai motor penggerak diplomasi yang berupaya menempatkan Palestina setara dengan Israel di mata dunia. Indonesia ikut berperan sebagai anggota core group yang terdiri dari 19 negara.
“Main inisiatornya itu adalah Prancis sama Saudi, tetapi ada core group. Nah Indonesia salah satu dari core group-nya, ini total ada 19. Nah 19 ini, terus terang saja, di luar layar juga melakukan berbagai upaya untuk menggalang sebanyak mungkin negara-negara yang memberikan pengakuan pada state of Palestine,” kata Hari.
Partisipasi Indonesia sebagai anggota core group menjadi bukti konsistensi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Pemerintah menegaskan bahwa solusi dua negara—yang menjadikan Palestina dan Israel hidup berdampingan damai—adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah.
Momentum politik global menguat
Sejumlah negara baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengakui Palestina, antara lain Inggris, Prancis, Portugal, dan Malta. Negara lain, seperti Kanada, Australia, dan Belgia sedang mempertimbangkan langkah serupa.
Menurut Hari, tambahan pengakuan resmi dari negara-negara ini diharapkan menambah tekanan internasional agar solusi dua negara segera diimplementasikan.
Baca Juga
Optimisme menguat setelah Majelis Umum PBB pada Jumat (12/9/2025) mengadopsi Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Isu Palestina. Draf resolusi tersebut disahkan dengan perolehan suara 142 setuju, 10 menolak, dan 12 abstain. Deklarasi itu menetapkan jalur aksi untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina dan mendorong implementasi solusi dua negara.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bagi komunitas internasional untuk mempercepat langkah menuju perdamaian yang berkeadilan. Indonesia bersama negara-negara core group lainnya diperkirakan memanfaatkan momentum ini untuk menggalang dukungan tambahan sebelum konferensi dimulai.

