Buntut Veto Keanggotaan Palestina di PBB, Mahmoud Abbas Ancam Kaji Ulang Hubungan Palestina - AS
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Palestina ancam akan kaji kembali hubungan bilateralnya dengan Amerika Serikat, menyusul digunakannya hak veto oleh Wahington atas permintaan Palestina untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB.
Ancaman ini disampaikan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dalam wawancara baru-baru ini dengan kantor berita resmi WAFA yang dikutip algemeiner.com, Sabtu (20/4/2024). Saat itu Mahmoud Abbas mengeluarkan peringatan keras, yang mengindikasikan bahwa Otoritas Palestina (PA) akan menilai kembali hubungan bilateralnya dengan Amerika Serikat terkait veto Washington terhadap permintaan Palestina untuk keanggotaan penuh di PBB. .
Meskipun Abbas telah melontarkan ancaman serupa di masa lalu tanpa tindak lanjut, pernyataan terbarunya menggarisbawahi rasa frustrasi yang semakin besar di kalangan pemimpin Palestina atas dukungan AS terhadap Israel dan konflik yang berlangsung di Palestina dan Timur Tengah.
Dalam wawancara yang dilakukan dalam bahasa Arab dan kemudian diterjemahkan, Abbas mengkritik sikap AS dalam konflik Israel-Palestina. Dia menuduh pemerintahan Biden berpihak pada pihak Israel pendudukan dan gagal menegakkan hukum internasional.
Baca Juga
Australia Pertimbangkan untuk Akui Eksistensi Negara Palestina
Abbas juga menekankan bahwa meski dunia mendukung hak-hak Palestina, AS terus memberikan dukungan yang konsisten kepada Israel, termasuk bantuan militer yang “berkontribusi pada penderitaan rakyat Palestina.”
Pernyataan Abbas mencerminkan keretakan yang semakin dalam antara kepemimpinan Palestina dan pemerintah AS, khususnya mengenai isu-isu seperti kebijakan aneksasi Israel dan status Yerusalem.
Ia menyesalkan Amerika mengabaikan janji dan komitmennya, khususnya mengenai solusi dua negara demi mencapai perdamaian di kawasan.
Pemimpin Otoritas Palestina juga menyoroti pentingnya Yerusalem sebagai ibukota Palestina, menekankan statusnya sebagai garis merah yang tidak dapat dilanggar. Meskipun menggarisbawahi kesucian Islam dan Kristen di kota tersebut, Abbas tidak mengakui hubungan historis Yudaisme dengan Yerusalem.

