Imbal Hasil Treasury 10-tahun Menurun di Bawah 4% Setelah Rilis Data Inflasi
NEW YORK, Investortrust.id - Imbal hasil Treasury mencatat penurunan tajam pada hari Kamis setelah rilis inflasi terbaru yang lebih tinggi dari perkiraan. Data inflasi ini mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dari Federal Reserve lebih cepat.
Baca Juga
Lebih Tinggi dari Perkiraan, Inflasi AS Desember 2023 Naik 3,4%
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun turun lebih dari 6 basis poin menjadi 3,968%. Harga telah berada di sekitar angka 4% hampir sepanjang minggu ini. Imbal hasil Treasury 2 tahun turun lebih dari 11 basis poin menjadi 4,256%.
Indeks harga konsumen bulan Desember lebih tinggi dari perkiraan, dengan indeks naik 0,3% dalam basis bulanan, dan 3,4% dalam basis 12 bulan. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan angka masing-masing 0,2% dan 3,2%.
Namun, inflasi inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, sejalan dengan ekspektasi. CPI Inti naik 0,3% pada bulan ini dan 3,9% dari periode tahun lalu, dibandingkan dengan estimasi masing-masing sebesar 0,3% dan 3,8%.
Federal Reserve pada bulan Desember mengatakan pihaknya memperkirakan akan menurunkan suku bunga sedikit demi sedikit sebanyak tiga kali tahun ini. Namun risalah pertemuan yang dipublikasikan pada awal bulan Januari menunjukkan bahwa masih terdapat ketidakpastian yang signifikan mengenai arah suku bunga dan beberapa pembuat kebijakan juga tidak mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga.
Banyak investor berharap bahwa penurunan suku bunga akan lebih besar dari perkiraan The Fed dan pemotongan akan dimulai pada bulan Maret. Pasar terakhir memperkirakan peluang sekitar 61% penurunan suku bunga pertama terjadi pada saat itu, menurut CME FedWatch Tool.
“Data ini akan menantang ekspektasi pasar mengenai waktu penurunan suku bunga. Tidak ada laporan apa pun yang menyebabkan The Fed segera menurunkan suku bunganya,” tulis Alexandra Wilson-Elizondo, wakil kepala investasi solusi multi-aset di Goldman Sachs Asset Management, seperti dikutip CNBC. Namun, menurut dia, harapan akan terjadinya 'soft landing' tetap ada.
Baca Juga
Pertimbangkan Prospek Ekonomi AS, Imbal Hasil Treasury 10-tahun Melambung di Atas 4%

