Imbal Hasil US Treasury Naik Setelah Rilis Data Inflasi AS
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury naik pada hari Rabu (11/9/2024). Pasar menilai laporan indeks harga konsumen (CPI) AS yang beragam dan implikasinya terhadap pergerakan suku bunga Federal Reserve minggu depan.
Baca Juga
Inflasi Tahunan AS Terendah Sejak 2021, tapi CPI Inti Agustus Meningkat
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun naik 2 basis poin menjadi 3,665%, dan imbal hasil Treasury 2-tahun naik sekitar 4 basis poin menjadi 3,648%.
Harga konsumen naik 0,2% dan sejalan dengan ekspektasi untuk bulan Agustus, namun angka inflasi inti bulanan sedikit lebih tinggi dari ekspektasi. Tidak termasuk harga pangan dan energi, CPI naik 0,3% dibandingkan perkiraan Dow Jones sebesar 0,2%. Dari tahun ke tahun, angka tersebut meningkat 3,2% dan sejalan dengan perkiraan.
Gedung The Marriner S. Eccles Board Building yang digunakan sebagai kantor pusat Federal Reserve dan kini lebih dikenal sebagai gedung Federal Reserve di Washington D.C. Foto: AgnosticPreachersKid/Wikipedia
Laporan ini muncul menjelang pertemuan The Fed pada 17-18 September, dan para pedagang secara luas mengharapkan penurunan suku bunga. Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah seberapa besar bank sentral AS akan menurunkan suku bunganya.
Beberapa ekonom berpendapat bahwa The Fed harus menurunkan suku bunga setengah poin pada minggu depan, dan menuduh bank sentral tersebut sebelumnya bertindak “terlalu jauh, terlalu cepat” dalam pengetatan kebijakan moneter.
Pihak lain menggambarkan langkah tersebut sebagai tindakan yang “sangat berbahaya” bagi pasar, dan malah mendorong The Fed untuk melakukan penurunan suku bunga sebesar seperempat poin.
Trader saat ini memperkirakan peluang sebesar 83% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan 17% memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin, menurut FedWatch Tool dari CME Group.
Baca Juga
Powell Indikasikan Pemangkasan Suku Bunga September, Ini Syaratnya
Sisi Utara Gedung Gedung US Treasury di Washington DC dengan patung Albert Gallatin, Menteri Keuangan (Secretary of The US Treasury) keempat dan paling lama menjabat. Foto: LinkedIn Resmi US Treasury.

