Saham Berjangka Wall Street Bervariasi Setelah Indeks Utama Catat Penurunan Mingguan
NEW YORK, Investortrust.id - Saham berjangka AS sedikit berubah pada Minggu waktu AS atau Senin (8/1/2024) WIB, setelah indeks utama memulai tahun 2024 dengan penurunan mingguan.
Baca Juga
Wall Street Sedikit Menguat di Tengah Laporan Meningkatnya Payrolls AS
Pelaku pasar menantikan data inflasi dan pendapatan bank-bank besar.
Dow Jones Industrial Average berjangka turun 38 poin, atau 0,1%. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka masing-masing naik 0,02% dan 0,05%.
Wall Street mengalami penurunan minggu pertamanya dalam 10 minggu karena saham-saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Apple berkinerja buruk, dan imbal hasil Treasury naik. Dow Jones Industrial Average turun 1,5% untuk minggu ini, dan S&P 500 turun 0,6%.
Nasdaq Composite yang padat teknologi membukukan kinerja mingguan terburuk sejak September, turun 3,25%.
Saham Apple turun sekitar 6% minggu lalu. Imbal hasil Treasury 10-tahun berayun kembali di atas 4%.
Pasar berkonsolidasi setelah reli di akhir tahun, menyusul sikap dovish dari Federal Reserve, yang membuat investor khawatir bahwa ekuitas kini berada dalam kondisi jenuh beli (overbought).
Laporan ketenagakerjaan bulan Desember yang menarik, serta risalah pertemuan The Fed yang mengindikasikan meningkatnya ketidakpastian seputar jalur penurunan suku bunga, menambah kekhawatiran tersebut.
“Saya pikir sikapnya mungkin terlalu antusias,” tulis Chris Verrone, kepala penelitian makro dan teknis di Strategas, pada hari Jumat, seperti dikutip CNBC. “Hal ini perlu diatasi melalui semacam konsolidasi atau koreksi pada kuartal pertama.”
Meski begitu, Verrone menilai, secara umum trennya bagus dan momentum mendukung pasar.
Minggu ini, para pedagang akan mendapatkan kejelasan yang lebih besar mengenai jalur penurunan suku bunga dari bank sentral. Indeks harga konsumen bulan Desember akan dirilis pada hari Kamis, sedangkan indeks harga produsen akan dirilis pada hari Jumat, akan menunjukkan apakah upaya The Fed untuk menurunkan inflasi hingga 2% berhasil dilakukan.
Musim laporan pendapatan perusahaan terbaru akan dimulai pada hari Jumat dengan laporan kinerja bank-bank besar seperti Bank of America, Citigroup, JPMorgan Chase dan Wells Fargo. Komponen Dow, UnitedHealth, juga melaporkan. Hasil dari BlackRock dan Delta Air Lines juga sudah diumumkan.
Baca Juga
Wall Street Loyo, Nasdaq Catat Penurunan Terpanjang sejak Oktober 2022

