Saham Berjangka AS Turun Setelah Wall Street Catat Pekan Negatif
NEW YORK, investortrust.id - Saham berjangka AS turun pada Minggu malam (20/4/2025) setelah Wall Street mencatat pekan perdagangan negatif.
Futures S&P 500 turun 0,4%, sementara futures Nasdaq-100 turun 0,4%. Futures yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average juga anjlok 187 poin, atau 0,5%.
Baca Juga
Wall Street Masih Bergejolak, Dow Jones Anjlok Lebih dari 500 poin
Pergerakan ini terjadi setelah ketiga indeks utama mencatat penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan perdagangan terakhir. Meskipun S&P 500 menutup sesi Kamis lebih tinggi, indeks pasar yang luas tersebut tetap mengakhiri pekan yang dipersingkat oleh libur dengan penurunan sebesar 1,5%. Selain itu, Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite mencatat sesi kerugian ketiga berturut-turut, masing-masing mengakhiri pekan ini dengan penurunan lebih dari 2% selama periode empat hari. Pasar saham AS tutup pada hari Jumat untuk memperingati Good Friday.
Penurunan tajam saham UnitedHealth membebani Dow pada hari Kamis. Saham tersebut anjlok lebih dari 22% setelah perusahaan asuransi tersebut memangkas proyeksi pendapatan setahun penuh dan melaporkan hasil kuartalan yang mengecewakan.
Pasar juga tertekan pada hari Kamis oleh penurunan hampir 3% saham Nvidia, yang menambah penurunan hampir 7% pada sesi sebelumnya. Perusahaan chip yang menjadi primadona kecerdasan buatan itu mengungkapkan pada hari Selasa bahwa mereka akan mencatat biaya kuartalan sekitar $5,5 miliar akibat pembatasan ekspor unit pemrosesan grafis H20-nya ke China dan tujuan lainnya.
Baca Juga
Pejabat Fed Ingatkan Tarif Trump Dapat Menyebabkan Penurunan Aktivitas Ekonomi di Musim Panas
Sementara itu, kekhawatiran yang meningkat terkait tarif Presiden Donald Trump terus membebani pasar. Pada akhir pekan, Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee mengatakan dalam wawancara dengan CBS bahwa tarif tersebut bisa menyebabkan aktivitas ekonomi AS “menurun” pada musim panas. Hal ini mengikuti pernyataan Ketua Fed Jerome Powell pada hari Rabu yang menyatakan kekhawatiran bahwa tarif dari presiden bisa menyulitkan bank sentral dalam mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Meskipun ketidakpastian masih berlangsung, beberapa pihak di Wall Street percaya bahwa masa terburuk mungkin sudah berlalu. Mike Dickson, kepala riset dan strategi kuantitatif dari Horizon Investments mengatakan bahwa ayunan pasar yang “berkelanjutan” mungkin akan lebih jarang terjadi sekarang, meskipun volatilitas masih ada.
Baca Juga
Saham Perusahaan Teknologi AS Terus “Ambyar”, Saatnya Tinggalkan ‘Magnivicent Seven’?
“Ketidakpastian yang terus berlanjut kemungkinan akan membatasi valuasi pasar saham dan membebani investor hingga kejelasan yang lebih besar muncul. Meskipun situasi tarif masih cair, kami percaya ayunan pasar harian dan mingguan sekitar 10% yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir sudah berlalu untuk saat ini,” urai Dickson, seperti dikutip CNBC.
Investor kini menantikan pekan laporan keuangan penting, karena lebih dari 100 perusahaan S&P 500 dijadwalkan untuk melaporkan dalam beberapa hari mendatang. Termasuk di antaranya nama-nama dari “Magnificent Seven” seperti Alphabet dan Tesla, serta perusahaan lain seperti raksasa dirgantara Boeing.

