Saham Berjangka Wall Street Melemah Setelah Moody's Turunkan Prospek Peringkat Kredit AS
New York, Investortrust.id – Penurunan outlook peringkat kredit Amerika Serikat (AS) sedikit banyak berdampak pada perdagangan saham berjangka (stock futures) di bursa AS.
Baca Juga
Saham berjangka AS turun tipis pada Minggu malam atau Senin (13/11/2023) WIB, setelah Moody’s Investors Service menurunkan prospek peringkat kredit AS menjadi "negatif" dari "stabil".
Dow Jones Industrial Average berjangka turun 33 poin, atau 0,1%. Kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing turun 0,1% dan 0,03%.
Moody's pada hari Jumat menggarisbawahi defisit fiskal AS yang “sangat besar” dan kemacetan partisan di Washington sebagai faktor yang berkontribusi terhadap penurunan peringkat. Lembaga pemeringkat tersebut menegaskan kembali peringkat kredit Amerika pada AAA, level tertinggi.
Penilaian ini dikeluarkan tiga bulan setelah Fitch menurunkan peringkat default jangka panjang penerbit mata uang asing AS menjadi AA+ dari AAA, juga mengutip perkiraan penurunan fiskal, peningkatan beban utang dan kebuntuan politik mengenai masalah fiskal dan utang.
“Dalam konteks suku bunga yang lebih tinggi, tanpa langkah-langkah kebijakan fiskal yang efektif untuk mengurangi pengeluaran pemerintah atau meningkatkan pendapatan,” pendapat lembagai itu. “Moody’s memperkirakan defisit fiskal AS akan tetap sangat besar, sehingga secara signifikan melemahkan keterjangkauan utang.”
Meskipun “risiko gagal bayar (default risk) utang AS tidak ada,” prospek peringkat kredit yang lebih rendah tetap relevan karena dampaknya terhadap daya tarik utang bagi investor asing, kata Jay Hatfield, CEO di Infrastructure Capital Management.
“AS telah diturunkan peringkatnya karena proses anggaran kami benar-benar rusak. Hal itulah yang menjadi inti permasalahannya – bahwa tidak ada proses terorganisir yang nyata untuk meloloskan anggaran. Hal ini berdampak pada jiwa para duta dana global,” kata Hatfield, seperti dikutip CNBC internasional.
Dari segi data ekonomi, investor akan memperhatikan anggaran federal bulanan Oktober, serta survei ekspektasi konsumen bulan Oktober yang dilakukan Federal Reserve Bank of New York.
Gubernur Fed Lisa Cook juga dijadwalkan memberikan sambutan pada Senin pagi. Semua ini terjadi menjelang data indeks harga konsumen bulanan pada hari Selasa.
Rata-rata indeks utama Wall Street mengalami kenaikan selama dua minggu berturut-turut. S&P 500 naik 1,3% pada minggu sebelumnya, sedangkan Dow dan Nasdaq masing-masing naik sekitar 0,7% dan 2,4%.
Baca Juga
Moody's Turunkan Peringkat Prospek AS Jadi Negatif, Mengapa?

