Saham Berjangka AS Naik Setelah Mayoritas Indeks Utama Wall Street Terjungkal
NEW YORK, investortrust.id - Saham berjangka terdorong lebih tinggi pada Minggu malam (21/04/2024) karena Wall Street berupaya menemukan pijakannya menyusul aksi jual tajam yang dilakukan perusahaan-perusahaan teknologi.
Baca Juga
Nasdaq Anjlok 2% Lebih dan S&P 500 Jatuh di Bawah 5.000, tapi Dow Jones Menguat
Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,3%. Nasdaq 100 berjangka naik 0,4%, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 97 poin, atau 0,3%.
S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat kenaikan 3,05% dan 5,52% minggu lalu, dan masing-masing mengalami penurunan enam hari berturut-turut. Nasdaq turun 2% pada hari Jumat saja, dengan raksasa chip Nvidia tenggelam 10%.
Dow, yang memiliki eksposur teknologi lebih sedikit dibandingkan dua rata-rata acuan lainnya, sedikit berubah pada minggu ini.
Perjuangan untuk ekuitas terjadi karena pembacaan inflasi baru-baru ini telah menghilangkan harapan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga beberapa kali pada tahun 2024.
“Kerugian mingguan yang besar pada SPY dan QQQ menunjukkan bahwa investor akhirnya menyadari kenyataan skenario suku bunga 'lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama' yang telah lama dijanjikan namun mereka menolak untuk percaya,” kata Rick Bensignor dari Bensignor Investment Strategies dalam sebuah catatan kepada kliennya pada hari Minggu, seperti dikutip CNBC.
Pada pekan ini, ada beberapa informasi terkini perekonomian utama, dengan PDB yang akan dirilis pada hari Kamis dan pembacaan inflasi penting pada hari Jumat.
Pendapatan perusahaan juga bisa menjadi faktor dalam beberapa hari mendatang, dengan nama-nama seperti Tesla, Meta Platforms, American Airlines, Microsoft dan Alphabet siap melaporkan kinerja pada minggu depan.
Baca Juga
Dipicu Serangan Israel ke Iran, Saham Berjangka Wall Street Anjlok 1% Lebih

