Ogah Tergantung pada iPhone, Foxconn: Bisnis Server AI Kini Jadi Andalan
Poin Penting
|
TAIPEI, investortrust.id - Foxconn Technology Group, perusahaan manufaktur raksasa asal Taiwan, menyebutkan pendapatan utama kini berasal dari bisnis server kecerdasan buatan (AI) yang tengah booming secara global, bukan lagi dari iPhone.
Data kuartal II-2025 menunjukkan kontribusi lini bisnis cloud dan jaringan, termasuk server AI untuk Nvidia, mencapai 41% dari total pendapatan Foxconn. Angka ini melampaui kontribusi produk konsumen seperti iPhone yang hanya 35%. Padahal pada 2021, segmen produk konsumen masih mendominasi 54% pendapatan perusahaan.
Baca Juga
Nvidia dan AMD Harus Bayar 15% Pendapatan Chip di China ke Pemerintah AS
Ketergantungan pada Apple sebelumnya dianggap investor sebagai risiko besar, seiring melambatnya pertumbuhan penjualan iPhone dalam beberapa tahun terakhir. Namun strategi diversifikasi yang digagas Bos Foxconn, Young Liu sejak 2019 mulai membuahkan hasil. Liu mendorong ekspansi ke server AI, kendaraan listrik, hingga semikonduktor.
Meski kontribusi EV dan chip masih terbatas, bisnis server AI mencatat lonjakan signifikan. Foxconn bahkan kini menjadi pemasok server terbesar Nvidia, dengan pangsa pasar hampir 40% di segmen server umum maupun AI.
“Perusahaan sudah bertahun-tahun memenuhi standar kualitas tinggi, memperluas diversifikasi operasi, dan mengejar integrasi vertikal,” ujar analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, dikutip dari Reuters, Selasa (19/8/2025).
Baca Juga
Ambisi Apple Pindahkan Produksi iPhone ke India Terganjal karena China Tarik Pulang Staf Foxconn
Sekadar informasi, Foxconn tercatat sudah mulai memproduksi desain referensi kartu grafis Nvidia sejak 2002, lalu merambah server untuk data center sejak 2009. Hubungan jangka panjang inilah yang kini menjadikan perusahaan sebagai pemain utama dalam rantai pasok AI global.
Selain itu, Foxconn berencana membangun pabrik server AI di Houston, Texas, yang terintegrasi dengan rencana investasi Nvidia senilai US$ 500 miliar di AS, serta fasilitas serupa di Meksiko. Strategi ini disebut sebagai wujud kesediaan Foxconn mengambil risiko lebih awal dibanding pesaing.
Manajemen memperkirakan pendapatan server AI akan tumbuh lebih dari 170% pada kuartal III-2025 dibanding periode sama tahun lalu. Transformasi Foxconn juga mencerminkan pergeseran lebih luas di industri teknologi Taiwan.
Baca Juga
Quanta Computer dan Wistron, yang dulu mengandalkan bisnis notebook, kini ikut mencatat lonjakan pendapatan dari server AI. Data menunjukkan, Januari–Juli 2025, pendapatan Wistron naik 92,7%, sementara Quanta melonjak 65,6%.
Taiwan kini disebut menguasai sekitar 80% pengiriman server global dan lebih dari 90% pasar server AI. Peralihan cepat ke server AI sangat menguntungkan industri teknologi Taiwan sebagai magnet industri semikonduktor.

