Pemerintah China Selidiki Perpajakan Produsen Iphone, Foxconn
JAKARTA, investortrust.id - Produsen iPhone yang berbasis di Taiwan, Foxconn diberitakan tengah dalam penyelidikan otoritas pajak China daratan.
Melansir The Global Times, pemeriksaan sedang dilakukan pada perusahaan-perusahaan utama milik Foxconn di Guangdong, Jiangsu, dan provinsi-provinsi lainnya di China
Perusahaan-perusahaan Foxconn di Henan dan Hubei juga dilaporkan sedang menjadi subjek penyelidikan terkait penggunaan lahan oleh sebuah lembaga pengawas sumber daya alam China.
Baca Juga
Penyelidikan dan pemeriksaan terjadi ketika pendiri Foxconn, Terry Gou yang mengundurkan diri dari dewan pada tahun 2019, mulai mencari jalan untuk maju dalam pemilihan presiden Taiwan pada Januari 2024. Gou mencalonkan diri sebagai wakil independen.
Menurut The Global Times, banyak kalangan di Taiwan percaya bahwa penyelidikan pajak tersebut dilakukan terkait dengan pencalonanGoumenjadi Presiden Taiwan.
Namun, pejabat pemerintah China yang dikutip The Global Times membantahnya, dan mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan kebijakan yang normal dan sah, seperti halnya setiap perusahaan menjalani pemeriksaan pajak.
Beberapa pengamat melihat penyelidikan ini sebagai cara untuk membalas sanksi teknologi terhadap Tiongkok, di bawah komando Amerika Serikat. Sanksi teknologi telah sangat membatasi akses China ke semikonduktor AI atau kecerdasan buatan yang terbaru.
Seperti diberitakan, Presiden AS Joe Biden, telah meningkatkan sanksi teknologi terhadap China untuk menghambat kemajuan militernya.
Baca Juga
Tiongkok Larang ASN Gunakan Iphone, Sektor Teknologi AS Guncang
"Rasanya ini mungkin sedikit balasan atas sanksi AS," kata Rachel Winter, mitra investasi di Killik & Co, kepada BBC. Ia memperkirakan bahwa penyelidikan Foxconn bisa berdampak negatif pada perusahaan terbesar Amerika, Apple Inc (NASDAQ:AAPL).
Pihak Foxconn sendiri menyatakan akan akomodatif pada pemeriksaan tersebut. "Kami akan aktif berkerjasama dengan unit-unit terkait dalam pekerjaan dan operasi terkait," kata Foxconn dalam pernyataannya.
Sebagai salah satu orang terkaya di Taiwan, Gou dianggap sebagai calon yang relatif bersahabat dengan Beijing, di tengah upaya China berusaha untuk meningkatkan pengaruhnya atas wilayah yang diperebutkan tersebut.
Gou sebelumnya menggambarkan dirinya sebagai teman pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, dan telah dianggap sebagai seorang politisi yang berada di luar sistem, seperti halnya Donald Trump. Sekedar informasi saja, Gou masih memegang saham dalam volume yang cukup besar di Foxconn.

