Foxconn Bangun Pabrik Senilai US$ 511 di Vietnam, Indonesia Bagaimana?
JAKARTA, investortrust.id - Pemasok komponen Apple Inc, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd atau Foxconn dikabarkan akan membangun fasilitas produksi atau pabriknya di Vietnam dengan nilai investasi mencapai US$ 551 juta.
Pabrikan komponen elektronik asal Taiwan itu diketahui akan membangun dua pabrik di Provinsi Quang Ninh yang berasa di pesisir utara Vietnam. Rencana Foxconn diketahui melalui unggahan di situs resmi Pemerintah Provinsi Quang Ninh.
Berdasarkan unggahan tersebut, diketahui Foxcon akan membangun pabrik di Song Khoai Amata Industrial Park dengan nilai investasi sebesar US$264 juta. Pabrik tersebut disiapkan untuk memproduksi produk hiburan pintar, dengan kapasitas mencapai 4,2 juta unit per tahun.
Baca Juga
Bahlil Akan ke Taiwan untuk Pastikan Komitmen Investasi Foxconn di Indonesia
Kemudian untuk pabrik selanjutnya akan dibangun di Bac Tien Phong Industrial Park. Pabrik yang nilai investasinya mencapai US$287 juta ini disiapkan untuk memproduksi peralatan sistem pintar.
Pembangunan pabrik Foxconn di Vietnam memunculkan pertanyaan terkait rencana pembangunan pabriknya di Indonesia. Karena tidak bisa dimungkiri jika ada kemungkinan raksasa komponen elektronik itu mengurungkan niatnya untuk berinvestasi di Indonesia.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pekerjaan rumah terbesarnya adalah mendatangkan investasi Foxconn. Negosiasi antara pemerintah dan raksasa komponen elektronik asal Taiwan itu diketahui cukup alot.
Baca Juga
Pemerintah China Selidiki Perpajakan Produsen Iphone, Foxconn
“Salah satu PR (pekerjaan rumah) saya paling besar itu adalah terkait dengan (investasi) Foxconn. Masih dalam negosiasi terus, saya rencana dalam waktu dekat kami akan berangkat dan saya tidak ingin PR ini menjadi hal yang tertunda. Jujur untuk urusan Foxconn ini butuh effort yang luar biasa sekali," katanya dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Investasi Kuartal I-2024 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2024).
Sayangnya, Bahlil mengaku tidak bisa menjelaskan secara gamblang tentang masalah yang membayangi rencana investasi Foxconn di Indonesia. Tetapi bisa dipastikan masih ada beberapa poin penting yang masih harus disepakati antara kedua belah pihak.
“Doakan Insyaallah akan bisa diselesaikan. Itu juga mimpi saya karena itu adalah perintah Bapak Presiden (Joko Widodo/Jokowi),” tegasnya.

