Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak Setelah Rilis Data Inflasi
Poin Penting
- Imbal hasil 2 tahun naik ke 3,737%, tenor 10 tahun ke 4,291%.
- PPI Juli melonjak 0,9%, jauh di atas ekspektasi 0,2%.
- Peluang pemangkasan 50 bps September hilang.
- Pasar menunggu sinyal kebijakan di Jackson Hole.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik pada Kamis (14/8/2025) setelah data baru menunjukkan inflasi grosir yang persisten.
Baca Juga
Inflasi Produsen AS Meningkat Tajam seiring Lonjakan Harga Barang dan Jasa
Imbal hasil obligasi tenor 2 tahun naik 5 basis poin menjadi 3,737%, sementara obligasi acuan tenor 10 tahun juga naik 5 basis poin menjadi 4,291%.
Indeks harga produsen, ukuran inflasi grosir AS, naik 0,9% pada Juli secara bulanan, jauh di atas ekspektasi kenaikan 0,2%. Laporan ini meredam sentimen dari data inflasi lain yang dirilis awal pekan dan menunjukkan pelemahan pada harga konsumen, yang sempat mengurangi kekhawatiran bahwa tarif impor menyebabkan lonjakan harga secara cepat.
Baca Juga
Meski demikian, kontrak berjangka Fed funds masih memperkirakan peluang sekitar 91% untuk pemangkasan suku bunga pada September, hanya sedikit lebih rendah dari hari sebelumnya, menurut CME FedWatch Tool. Namun, peluang pemangkasan setengah poin telah hilang.
Data inflasi ini keluar menjelang pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, pada 21–23 Agustus, yang diselenggarakan Federal Reserve Kansas City. Forum ini kerap menjadi ajang The Fed memberi sinyal perubahan kebijakan moneter.
“Tahun lalu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan ‘waktunya telah tiba untuk menyesuaikan kebijakan,’ hanya beberapa minggu sebelum mereka memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak pandemi,” tulis analis Deutsche Bank dalam catatan riset, seperti dikutip CNBC. Jadi, semua mata akan tertuju pada konferensi ini untuk mencari sinyal baru mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga.

