Nikkei 225 Jepang Cetak Rekor, Tembus 43.000 untuk Pertama Kalinya
Poin Penting
- Indeks Nikkei 225 tembus 43.000 untuk pertama kalinya.
- Reli enam sesi berturut-turut, naik 7,4% sejak awal Agustus.
- Inflasi AS memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
- Saham teknologi dan kinerja emiten dorong reli.
TOKYO, investortrust.id – Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat sejarah dengan menembus level 43.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (13/8), di tengah optimisme pasar global pasca-data inflasi AS yang moderat.
Baca Juga
Nikkei 225 sempat melonjak hingga 1,7% ke level tertinggi sepanjang masa di 43.451,46 sebelum ditutup pada rekor penutupan 43.274,67. Nikkei memperpanjang kenaikan ke sesi keenam berturut-turut. Sejak 4 Agustus, indeks ini telah menguat 7,4%. Pada Senin sebelumnya, pasar Jepang tidak beroperasi karena libur nasional.
Topix menguat hingga 1,2% ke rekor 3.103,31 sebelum ditutup di 3.091,91, juga menorehkan kenaikan enam sesi berturut-turut.
Di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq menutup perdagangan di rekor tertinggi setelah data inflasi Juli yang moderat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan depan.
Baca Juga
Data Inflasi Dongkrak Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Dow Terbang Hampir 500 Poin
“Pasar merasakan kelegaan usai rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS, yang mendorong saham Jepang naik lebih tinggi,” kata Maki Sawada, ahli strategi ekuitas di Nomura Securities, dikutip dari Reuters. Namun, ia mengingatkan ada tanda-tanda Nikkei mulai “overheated” usai reli yang sangat tajam, sehingga penurunan besar sewaktu-waktu tidak akan mengejutkan.
Indeks kekuatan relatif (RSI) Nikkei naik di atas 75, jauh melampaui batas 70 yang sering dianggap analis sebagai indikasi pasar terlalu panas. Terakhir kali RSI di level serupa pada 24 Juli, Nikkei jatuh dalam empat sesi berikutnya.
Dari 225 komponen Nikkei, 151 saham naik dan 74 turun. Saham teknologi memimpin penguatan, dengan pembuat chip Renesas Electronics melesat hampir 7%, produsen peralatan uji chip Advantest naik 5,4%, dan Sony Group menguat 3,5%.
Musim laporan keuangan yang solid juga mendorong lonjakan harga saham, seperti pembuat ban Yokohama Rubber yang melonjak 8,3% menjadi penguat terbesar Nikkei secara persentase. Sementara itu, produsen pakaian olahraga Asics meroket hampir 18% setelah laporan keuangan positif, menjadikannya saham Topix dengan kinerja terbaik.

