Bursa Jepang Kembali Cetak Rekor, Indeks Nikkei 225 Pertama Kali Tembus 54.000
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Indeks saham Jepang mencetak rekor tertinggi baru pada Rabu (14/1/2026), didorong oleh ekspektasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat mengumumkan pemilihan umum (pemilu) dini, yang kemungkinan digelar pada Februari.
Laporan mengenai kemungkinan pemilu mendadak pada saat pemimpin Jepang tersebut menikmati tingkat popularitas yang tinggi telah memicu apa yang disebut sebagai “Takaichi trade”, yang ditandai dengan pelemahan yen—menguntungkan ekspor Jepang—serta penguatan pasar saham, seiring ekspektasi bahwa Takaichi akan mendorong kebijakan-kebijakan yang menstimulasi perekonomian.
Baca Juga
Bursa Asia Menguat, Nikkei Melonjak di Tengah Isu Pemilu Dini Jepang
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 melonjak 1,48%, menembus level 54.000 untuk pertama kalinya dan mencetak rekor tertinggi di 54.341,23. Indeks Topix juga mencapai puncak baru, menguat 1,26% ke level 3.644,16.
Nilai tukar yen Jepang kembali melemah melampaui level 159 terhadap dolar AS, mencapai posisi terendah sejak Juli 2024, ketika otoritas Jepang melakukan intervensi untuk menghentikan pelemahan yen.
“Di sekitar periode pemilu Majelis Rendah, investor asing cenderung membeli saham Jepang, dan saham-saham berkapitalisasi besar, dengan ROE tinggi, serta beta tinggi biasanya berkinerja baik,” tulis Bank of America dalam catatan riset pada Selasa.
Pasar Asia lainnya bergerak bervariasi. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,65% ke level 4.723,1, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq ditutup turun 0,72% di 942,18.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,33% pada satu jam terakhir perdagangan, dipimpin saham konsumen non-siklikal dan teknologi. Sementara itu, indeks CSI 300 China daratan berbalik arah dan ditutup turun 0,4% di level 4.741,93.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,14% dan ditutup di 8.820,6.
Di pasar komoditas, harga perak spot menembus level US$90 untuk pertama kalinya, melonjak 3,7%. Logam ini menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sepanjang 2025.
Baca Juga
Kebijakan Trump Guncang Wall Street, Dow Anjlok Hampir 400 Poin
Pada perdagangan di Amerika Serikat, ketiga indeks utama Wall Street melemah karena investor bergulat dengan volatilitas akibat rentetan pengumuman dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dilontarkan dalam beberapa hari terakhir.
Indeks S&P 500 turun 0,19% seiring aksi jual saham JPMorgan meskipun kinerja perusahaan tersebut melampaui ekspektasi, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 0,8%. Indeks Nasdaq Composite turun 0,1%.

