Pasar Asia Bergerak Bervariasi, Nikkei 225 Jepang Cetak Rekor Baru
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id – Indeks Nikkei 225 Jepang kembali mencatat rekor baru pada Kamis (18/9), naik 1,13% ditopang oleh reli sektor real estat dan teknologi. Lonjakan saham Resonac Holdings lebih dari 10% serta penguatan Screen Holdings hampir 4,3% dan Kirin Holdings 4,3% menjadi motor utama kenaikan.
Baca Juga
Nikkei 225 Jepang Tembus 45.000 untuk Pertama Kalinya, Pasar Asia Ikut Menguat
Pasar Asia-Pasifik bergerak bervariasi setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuannya sesuai perkiraan pada Rabu, dengan Ketua Fed Jerome Powell menyebut langkah tersebut sebagai “pemangkasan manajemen risiko,” bukan sesuatu yang lebih diarahkan untuk menopang ekonomi yang lemah.
Fed juga mengindikasikan dua kali lagi pemangkasan dapat dilakukan sebelum akhir tahun, satu kali lagi pada 2026, satu kali lagi pada 2027, dan tidak ada pemangkasan pada 2028.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Indikasikan Pemotongan Lanjutan
Kospi Korea Selatan naik 0,96%, sementara ASX/S&P 200 Australia turun 0,51%.
Saham produsen gas Australia Santos jatuh lebih dari 11% ke A$6,78 setelah konsorsium yang dipimpin Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) membatalkan penawaran akuisisi senilai $18,7 miliar menyusul perselisihan panjang mengenai harga dan ketentuan.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,17%, sementara CSI 300 daratan Cina melemah 0,23%.
Saham chip Asia naik setelah laporan menyebutkan bahwa China telah melarang chip kecerdasan buatan Nvidia.
Saham SK Hynix Korea Selatan, yang memasok chip memori ke Nvidia, naik 5,5%. TSMC, yang memproduksi unit pemrosesan grafis berperforma tinggi Nvidia yang membantu menggerakkan model bahasa besar, naik tipis 0,79%.
Samsung Electronics naik tipis 2%. Advantest menguat 3,54%, dan Tokyo Electron melonjak 4,54%.
Bank of Japan memulai pertemuan kebijakan dua harinya. Sebagian besar ekonom memperkirakan suku bunga kebijakan tidak berubah.
HSBC memperkirakan suku bunga kebijakan akan tetap sama dalam pertemuan mendatang, namun melihat potensi kenaikan 25 basis poin tahun ini pada pertemuan Oktober, yang akan menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 0,75%.
“Pejabat Bank of Japan mencari tanda-tanda ketahanan ekonomi, dan kami percaya bahwa data PDB kuartal kedua, yang melampaui ekspektasi pasar, jelas telah memberikan hal tersebut,” tulis ekonom HSBC, seperti dikutip CNBC. Dengan perjanjian dagang AS yang telah diselesaikan, eksportir Jepang mendapat sedikit kelegaan dari potensi tarif yang lebih tinggi, meski mereka masih bisa terdampak oleh perlambatan perdagangan global di masa depan.
Kontrak berjangka saham AS naik tipis pada Rabu malam waktu setempat seiring investor terus mencerna keputusan pemangkasan suku bunga terbaru dari Federal Reserve.
Pada perdagangan di AS, indeks-indeks utama ditutup bervariasi setelah sesi yang bergejolak. Meskipun pemangkasan suku bunga bukan kejutan, pasar masih belum yakin bagaimana menanggapinya.
Baca Juga
Wall Street ‘Mixed’ setelah Pernyataan Powell, Dow Melonjak di Atas 250 Poin
Reli awal di Dow Jones Industrial Average kehilangan sedikit tenaga, namun indeks blue-chip tersebut tetap ditutup naik 260,42 poin atau 0,6% di 46.018,32, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Namun, S&P 500 berakhir turun 0,1% di 6.600,35, sementara Nasdaq Composite melemah 0,3% ke 22.261,33.
“Selain tekanan politik yang diarahkan pada mereka, The Fed berada dalam posisi sulit. Mereka memperkirakan stagflasi, atau inflasi yang lebih tinggi dan pasar tenaga kerja yang lebih lemah. Itu bukan lingkungan yang baik bagi aset keuangan,” kata Jack McIntyre, Manajer Portofolio di Brandywine Global.

