Bursa Asia Bergerak Bervariasi, Inflasi Tokyo Tekan Indeks Nikkei 225
Poin Penting
- Inflasi inti Tokyo mencapai 2,8%, di atas ekspektasi dan memperkuat peluang kenaikan suku bunga BOJ.
- Pasar Asia bergerak campuran, dengan Nikkei melemah, Kosdaq melonjak, dan Hang Seng terkoreksi.
- Enchem melonjak 13% setelah laporan pesanan dari CATL, sementara LG Energy Solution anjlok lebih dari 6%.
- Nasdaq berisiko akhiri tren penguatan 7 bulan, di tengah koreksi tech dan valuasi AI yang mulai dipertanyakan.
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik Jumat (28/11/2025) bergerak bervariasi, dipengaruhi kombinasi sentimen global yang lesu dan rilis inflasi Tokyo yang kembali menekan ekspektasi kebijakan moneter Jepang.
Tokyo mencatat inflasi inti 2,8% pada Oktober, lebih tinggi dari konsensus 2,7% dan tetap berada di atas target Bank of Japan. Data ini menjadi indikator awal bahwa tekanan harga di Jepang lebih melekat dibanding perkiraan, mempertegas spekulasi bahwa bank sentral dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada awal tahun depan.
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 tergelincir 0,15%, sedangkan Topix justru menguat tipis. Korea Selatan mencatat pergerakan yang jauh lebih volatill. Kospi anjlok 1,41%, tetapi Kosdaq melonjak 3,4% setelah saham Enchem melesat hampir 13% menyusul laporan pesanan baru dari raksasa baterai CATL.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Menguat Ikuti Wall Street, Nikkei 225 Jepang Melonjak Lebih dari 1%
Sementara itu, LG Energy Solution menjadi pemberat utama Kospi setelah anjlok lebih dari 6% akibat rencana pemangkasan kepemilikan oleh LG Chem dari hampir 80% menjadi sekitar 70%.
Di Hong Kong, Hang Seng turun 0,24% meski saham China Vanke rebound setelah mencetak rekor terendah. Pasar Tiongkok daratan menunjukkan tren positif dengan CSI 300 naik 0,23%. Indeks utama India juga bergerak stabil jelang rilis PDB kuartal fiskal kedua.
Dari Wall Street, arah perdagangan minim petunjuk karena libur Thanksgiving membuat futures bergerak datar. Nasdaq masih berisiko menutup bulan November di zona merah, ditekan aksi ambil untung di saham teknologi dan keraguan terhadap prospek profit perusahaan AI.
Baca Juga
Ditopang Saham Teknologi, Wall Street Melonjak Jelang Thanksgiving
Namun sejumlah investor mulai melihat peluang. Penurunan tajam sepanjang bulan ini dipandang sebagai momentum untuk masuk pada valuasi yang lebih menarik menjelang potensi reli akhir tahun.

