Hingga Paruh 2025, Kerugian Global Akibat Bencana Alam Capai Lebih dari Rp 2.100 Triliun
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Total kerugian global akibat bencana alam sepanjang semester pertama 2025 mencapai 131 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.122 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 miliar dolar AS atau Rp1.296 triliun tercatat telah diasuransikan.
Angka kerugian itu berasal dari analisis perusahaan asuransi multinasional asal Jerman, Munich Re, dikutip dari Antara, Rabu (30/7/2025).
Analisis perusahaan asuransi itu menemukan bahwa hanya 80 miliar dolar AS (Rp1.296 triliun) dari total kerugian pada paruh pertama 2025 yang diasuransikan. Kerugian keseluruhan maupun kerugian yang diasuransikan tercatat secara signifikan melebihi rata-rata selama satu dekade terakhir dan rata-rata dalam 30 tahun terakhir.
Bencana terkait cuaca menyumbang 88 persen dari total kerugian dan 98 persen dari kerugian yang diasuransikan, sedangkan gempa bumi menyumbang masing-masing 12 persen dari total kerugian dan 2 persen dari kerugian yang telah diasuransikan, menurut laporan tersebut.
Amerika Serikat menjadi negara dengan porsi kerugian terbesar akibat bencana alam pada paruh pertama tahun ini, yang sebagian besar disebabkan oleh kebakaran hutan di dekat Los Angeles pada Januari.
Baca Juga
Korban Kebakaran Hutan Terus Bertambah, Los Angeles Berpacu dengan Angin Santa Ana
Kebakaran hutan di Amerika Serikat, yang menjadi bencana alam termahal pada paruh pertama 2025, mencatat kerugian total sekitar 53 miliar dolar AS (Rp858,6 triliun), dan sekitar 40 miliar dolar AS (Rp648 triliun) di antaranya telah diasuransikan.
Menurut Munich Re, bencana alam termahal kedua adalah gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Myanmar pada 28 Maret, yang menyebabkan sekitar 4.500 korban jiwa dan kerugian sekitar 12 miliar dolar AS (Rp194,4 triliun).
Baca Juga
Tembus 1.700, Korban Tewas Gempa Myanmar Diperkirakan Terus Bertambah

