Swiss Re Imbau Industri Asuransi Global Harus Atasi Kerugian Akibat Bencana Alam
JAKARTA, investortrust.id - Raksasa reasuransi global, Swiss Re menyebut, industri asuransi mencatatkan kerugian yang terus bertambah, khususnya usai terjadi bencana alam di Eropa. Oleh karena itu, dibutuhkan penggunaan nilai pertanggungan yang lebih mutakhir dan arus informasi yang lebih baik.
“Peningkatan kerugian ini merupakan contoh luar biasa dari masalah yang menghinggapi industri asuransi. Persoalan ini perlu segera kita atasi untuk menjaga reputasi dan ketahanan industri,” ujar Head Claims Western & Southern Europe Swiss Re, Rita Müller dan Head Catastrophe Perils Swiss Re, Balz Grollimund, dilansir dari Artemis.bm, Rabu (5/6/2024).
Mereka mengungkapkan bahwa meningkatnya kerugian khususnya di perusahaan asuransi merupakan fenomena yang terjadi di seluruh industri. Oleh karena itu diperlukan fokus dari seluruh pelaku industri untuk mengatasinya.
Baca Juga
Swiss Re Institute Prediksi Penerapan AI pada Asuransi Kesehatan akan Berdampak Positif
Menurut Müller, perkiraan kerugian yang terlalu rendah secara terus menerus, tidak hanya menyebabkan harga yang terlalu rendah tapi juga hilangnya kepercayaan kepada industri perasuransian.
“Karena kita memperkirakan akan terjadi lebih banyak peristiwa cuaca ekstrim di masa mendatang, peningkatan kerugian sistemik tidak dapat diterima dan tidak berkelanjutan bagi industri,” katanya.
Minimnya data terkait paparan terkini dan nilai risiko, menjadi pendorong utama peningkatan kerugian ini. Swiss Re percaya, dengan pasar asuransi dan reasuransi mengandalkan data kerugian industri dari kejadian sebelumnya untuk memodelkan kerugian baru.
Baca Juga
Perkuat Lini Bisnis Jasindo, IFG dan Swiss Re Jalin Kerja Sama
“Perusahaan asuransi melaporkan sangat sedikit tentang paparan mereka terhadap hujan es di Italia kepada reasuransi mereka misalnya,” ucap Müller
Di lain sisi, persoalan data dan transparansi menjadi kunci bagi perusahaan asuransi untuk mencapai kesuksesan, seperti memastikan nilai terkini yang akan digunakan untuk eksposur dan risiko.

