Wall Street Konsolidasi, tapi Indeks Dow Jones Melejit 400 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS konsolidasi pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (2/7/2025) WIB. Indeks S&P 500 melemah tipis 0,11% dan ditutup di 6.198,01, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,82% ke 20.202,89. Sebaliknya, Dow Jones berbeda arah dengan lonjakan 400,17 poin atau 0,91% ke posisi 44.494,94.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat pada saat investor memutar portofolio mereka keluar dari saham teknologi untuk memulai paruh kedua 2025.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan terbaru dari rancangan undang-undang pemotongan pajak dan belanja besar-besaran Presiden Donald Trump, serta komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Baca Juga
Lewati Negosiasi Alot, RUU ‘Megabill’ Trump Lolos di Senat AS
Investor melepas saham teknologi besar seperti Nvidia dan Microsoft, dan memborong saham-saham sektor kesehatan. Saham Amgen dan UnitedHealth melonjak lebih dari 4%, sementara Merck dan Johnson & Johnson masing-masing naik lebih dari 3% dan 2%, membantu menopang Dow yang berisi 30 saham blue-chip.
Ini menandai pembalikan tren dari reli berbasis teknologi pada kuartal sebelumnya, di mana ETF sektor teknologi XLK melonjak hampir 23%, namun terkoreksi 0,9% di awal kuartal ketiga.
“Selama dua bulan terakhir, pasar cenderung agresif terhadap saham dengan pendorong pertumbuhan sekuler seperti AI dan teknologi. Saya rasa perdagangan itu sudah jenuh,” urai Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar di Ameriprise.
Sementara itu, saham Tesla turun 5% setelah Trump menyarankan lewat unggahan di Truth Social agar Department of Government Efficiency (DOGE) menyelidiki subsidi pemerintah yang diterima oleh perusahaan-perusahaan milik Elon Musk. Musk sebelumnya menyebut RUU Trump sebagai “sangat gila dan merusak” pada akhir pekan lalu.
RUU tersebut disahkan Senat dengan suara 51-50 pada hari Selasa dan kini berpindah ke DPR yang masih bisa menolak perubahan dalam legislasi tersebut.
Di sisi lain, Powell mengonfirmasi bahwa The Fed kemungkinan sudah memangkas suku bunga jika bukan karena kebijakan tarif Trump. “Secara efektif kami menahan langkah saat melihat skala tarif, dan semua proyeksi inflasi naik signifikan karenanya,” ujar Powell dalam forum ECB di Portugal.
Baca Juga
Powell Akui Pemangkasan Bunga Fed Tertahan Gara-Gara Tarif Trump
Investor kini menanti apakah masa tenggang 90 hari terhadap tarif Trump yang paling tajam akan diperpanjang saat masa berlakunya berakhir minggu depan. Meski menurut Zachary Hill dari Horizon Investments, pasar tak berharap banyak dari negosiasi dagang, ia memperingatkan potensi gejolak.
“Posisi investor telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dan itu bisa menjadi celah yang rentan,” ujarnya kepada CNBC.
Saham-saham AS sempat anjlok tajam pada April akibat kebijakan tarif Trump yang luas, yang sempat menyeret S&P 500 mendekati wilayah bear market. Namun sejak itu, indeks-indeks utama berhasil pulih kuat, dengan S&P 500 menutup kuartal kedua naik 10,6% dan Nasdaq melonjak hampir 18%.

