Wall Street Terpuruk, Indeks Dow Jones Terperosok Hampir 400 Poin
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) terpuruk. Indeks utama Wall Street terperosok pada perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu (27/9/2023) WIB.
Indeks jatuh dipicu laporan penjualan rumah dan kepercayaan konsumen terbaru yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keadaan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Indeks Dow Jones anjlok 388 poin (1,14%) menjadi 33,618.88. Angka ini menjadi yang terburuk sejak Maret. Indeks 30 saham ditutup di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak Mei.
Hal ini terjadi setelah data penjualan rumah baru dan kepercayaan konsumen meleset dari perkiraan para ekonom. Rumah yang dikontrak mencapai 675.000 pada bulan Agustus, menurut data dari Biro Sensus dan Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan. Perkiraan para ekonom menyebutkan 695,000, menurut Dow Jones.
Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen Conference Board turun menjadi 103 pada bulan September dari 108,7 pada bulan Agustus. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan 105,5.
“Konsumen masih khawatir terhadap inflasi dan dampak biaya pinjaman yang lebih tinggi. Hal ini juga membebani aktivitas pasar perumahan karena suku bunga hipotek semakin tinggi,” kata ahli strategi investasi senior U.S. Bank Asset Management Rob Haworth, seperti dikutip CNBC internasional..
Namun, masih tingginya akumulasi saldo tabungan konsumen, pasar tenaga kerja yang kuat, dan pertumbuhan upah yang solid memberikan beberapa dukungan menjelang kuartal keempat tahun ini.
Pasar saat ini sedang menjalani “bulan September yang lemah secara musiman,” menurut kepala investasi Blanke Schein Wealth Management, Robert Schein.
S&P 500 turun 5,2% di bulan September, sedangkan Dow turun 3,2%. Nasdaq paling parah di antara ketiganya, kehilangan hampir 7% bulan ini.
Schein memperkirakan volatilitas akan berlanjut hingga Oktober, sebelum terjadi pergeseran. “Musim laporan laba dimulai pada pertengahan Oktober dan jika hasil laporan laba lebih baik dari yang dikhawatirkan, hal tersebut mungkin menjadi katalis yang diperlukan untuk mengakhiri koreksi pasar ini,” katanya.
Laporan ekonomi yang dirilis pada hari Rabu mencakup pesanan barang tahan lama bulan Agustus. Ekonom memperkirakan harga turun 0,5%, menurut Dow Jones.
Saham Berjangka
Saham berjangka sedikit berubah setelah penurunan tajam di pasar saham reguler Selasa.
Saham berjangka AS diperdagangkan mendekati garis datar.
Dow Jones Industrial Average berjangka naik hanya 27 poin, atau 0,08%. Kontrak berjangka terkait dengan S&P 500 naik tipis 0,07%, sementara Nasdaq 100 berjangka naik 0,03%.

