Wall Street Konsolidasi, Dow Jones Anjlok Hampir 300 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS cenderung melemah pada perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (26/2024). Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 turun, gagal mempertahankan rekor terbarunya.
Baca Juga
S&P 500 kehilangan 0,19% ditutup pada 5.722,26, sedangkan 30 saham Dow turun 293,47 poin (0,70%), menjadi 41.914,75. Baik Dow maupun S&P 500 mencapai rekor baru di awal perdagangan, namun indeks blue-chip akhirnya menghentikan kenaikan beruntun empat hari. Nasdaq Composite naik tipis sebesar 0,04%, ditutup pada 18.082,21.
Saham General Motors dan Ford, turun lebih dari 4% setelah penurunan peringkat dari Morgan Stanley. Penurunan Amgen sebesar 5,5% membebani Dow. Sembilan dari 11 sektor di S&P 500 mengakhiri hari di wilayah negatif, dipimpin oleh penurunan sektor energi karena minyak mentah berjangka AS merosot. Saham Chevron merosot lebih dari 2%.
Teknologi memberi titik terang di pasar. Hewlett Packard Enterprise menguat lebih dari 5% menyusul peningkatan dari Barclays, mengutip kuatnya permintaan pusat data kecerdasan buatan sebagai katalis positif. Pembangkit tenaga listrik chip Nvidia bertambah 2,2%, membawa kapitalisasi pasarnya di atas angka $3 triliun.
Ketiga indeks utama berada di jalur positif pada bulan September, meskipun kekhawatiran akan perlambatan ekonomi masih ada setelah penurunan suku bunga Federal Reserve pada minggu lalu. Langkah bank sentral mengenai suku bunga sejauh ini telah membantu S&P 500 membalikkan kondisi yang biasanya lemah di bulan September.
“Hal ini konsisten dengan sejarah: Saham cenderung berkinerja baik pada periode ketika The Fed melakukan pelonggaran sementara ekonomi AS masih tumbuh,” tulis kepala investasi manajemen kekayaan global UBS, Amerika, Solita Marcelli dalam catatannya pada hari Rabu, seperti dikutip CNBC Ia menilai, tingkat keberhasilan The Fed dalam mengarahkan AS menuju soft landing akan menjadi penting dalam menentukan prospek kelas aset lainnya.
Baca Juga
Setelah bank sentral mulai menurunkan suku bunga, perekonomian menjadi fokus yang lebih besar bagi investor.
Dari sisi data, penjualan rumah baru turun 4,7% di bulan Agustus menjadi 716,000, turun dari revisi bulan Juli sebesar 751,000. Investor juga akan mengamati klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis.

