SBY: ASEAN Bisa Maju Bersama, Asal Penuhi Tiga Syarat Ini
JAKARTA, investortrust.id - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan pentingnya kerja sama regional yang lebih erat dan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara. Ia menyebut kawasan ini memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi global, namun hanya bisa terwujud bila tiga pilar utama diperkuat secara kolektif.
“Kalau kita ingin bangkit secara kolektif, kita harus bekerja lebih keras di tiga bidang yakni, peningkatan kualitas SDM, penguatan ketahanan ekonomi, dan memperkuat narasi kawasan kita,” kata SBY dalam acara Asia Economic Summit di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Menurut SBY, investasi pada pendidikan tinggi maupun non-formal sangat penting untuk menghindari keterlambatan dalam menghadapi era otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI).
“Tanpa pekerja yang terampil dan berpikir kritis, kita akan tertinggal dalam perlombaan inovasi teknologi,” katanya.
Politisi senior Partai Demokrat itu juga menyoroti kondisi fiskal di sebagian besar negara ASEAN yang dinilai masih terlalu sempit untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. SBY mendorong negara ASEAN memperluas ruang fiskal dan memperbaiki intermediasi keuangan, terutama bagi sektor UMKM.
Baca Juga
Ketimpangan ekonomi di kawasan juga menjadi perhatian serius. SBY memberi contoh selisih tajam dalam pendapatan per kapita antara Singapura (di atas US$ 90.000) dan Laos (di bawah US$ 2.000).
"Sebagian besar negara di kawasan ini masih memiliki rasio pajak terhadap PDB yang rendah, sekitar 10–16%. Kalau kita tidak bersinergi, pertumbuhan akan timpang dan memicu fragmentasi ekonomi,” himbaunya.
SBY juga menggarisbawahi pentingnya membangun narasi ekonomi kawasan yang solid. Menurutnya, dunia luar kerap melihat ASEAN secara terfragmentasi, bukan sebagai entitas strategis yang saling terhubung.
“Dalam era diplomasi digital, storytelling adalah aset strategis. Kita perlu membangun citra kawasan yang dinamis, terkoneksi, dan berbasis nilai bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, stabilitas politik dan tata kelola yang transparan juga menjadi elemen penting untuk menarik investasi jangka panjang. SBY pun mengajak ASEAN untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kawasan ini bukan hanya terbuka bagi bisnis, tapi juga siap menyongsong masa depan.
“Investor ingin kepastian bahwa aturan mainnya adil, sistemnya stabil, dan masyarakatnya tangguh. ASEAN harus jadi kawasan yang tidak hanya welcoming, tapi juga berdaya saing tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, politisi senior itu mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan lintas negara, sektor publik-swasta, dan masyarakat. “Kepercayaan adalah fondasi dari pertumbuhan jangka panjang. Mari kita buktikan bahwa Asia Tenggara siap memimpin abad ke-21,” pungkasnya.
