PBB Prihatin atas Serangan AS ke Iran, Sebut sebagai Eskalasi Berbahaya
NEW YORK, Investortrust.id - Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut pengeboman tiga situs nuklir di Iran oleh Amerika Serikat sebagai sebuah “eskalasi berbahaya”, menyusul delapan hari serangan mematikan dan aksi balas antara Teheran dan Tel Aviv.
“Saya sangat prihatin atas penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat terhadap Iran hari ini,” kata Guterres dikutip laman resmi PBB, Minggu (22/6/205), seraya menegaskan kembali bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik ini.
Sebagaimana diberitakan, Presiden Donald Trump telah menyampaikan informasi secara nasional di Amerika Serikat yang disiarkan televisi dari Gedung Putih pada Sabtu pukul 22.00 waktu setempat, menyatakan bahwa fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan telah ‘dihancurkan total’. Trump pun menyebutnya sebagai serangan jarak jauh tersebut dengan “kesuksesan militer yang spektakuler.”
Terkait hal itu, Guterres mengulangi keprihatinannya yang telah disampaikan dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat terkait krisis ini, bahwa konflik “dapat dengan cepat lepas kendali, dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi warga sipil, kawasan, dan dunia.”
Ia menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk menurunkan ketegangan yang mengancam stabilitas Timur Tengah dan kawasan lainnya, serta mengajak semua pihak untuk menegakkan kewajiban mereka berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional.
Baca Juga
Pasukan AS Bombardir Situs Nuklir Iran, Trump Sebut Fordow Sudah Dihancurkan
“Di saat genting seperti ini, sangat penting untuk menghindari spiral kekacauan,” tambahnya, seraya menyerukan kembalinya negosiasi segera antara pihak-pihak yang bertikai.
“Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian.”
Sementara itu Trump menyerukan kepada pimpinan Iran untuk berdamai dan kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya. Atau menghadapi gelombang serangan yang jauh lebih besar.
Pihak berwenang Iran hingga saat ini belum mengonfirmasi sejauh mana kerusakan yang terjadi di tiga lokasi di wilayah tengah Iran. Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran dilaporkan telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak turut campur dalam konflik dengan Israel yang meletus pada 13 Juni.

