Israel Vs Iran Memanas, Maskapai Global Hentikan Rute Penerbangan ke Timteng
TEL AVIV, investortrust.id – Maskapai-maskapai besar dunia mulai menghentikan dan mengalihkan rute penerbangan mereka di kawasan Timur Tengah menyusul serangan rudal Israel terhadap Iran pada Jumat dini hari dan balasan drone dari Teheran. Situasi ini memicu penutupan sejumlah wilayah udara strategis di kawasan, mengguncang konektivitas udara internasional.
Baca Juga
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Iran, Picu Ketegangan Regional
Delta Air Lines menjadi salah satu maskapai pertama yang mengumumkan penghentian sementara layanan ke Tel Aviv hingga setidaknya bulan September. Keputusan ini datang hanya beberapa pekan setelah maskapai asal AS tersebut kembali membuka layanan ke Israel pada 20 Mei, dengan rencana ekspansi menjadi dua penerbangan nonstop harian dari New York pada musim dingin mendatang.
United Airlines pun mengikuti langkah serupa, menghentikan seluruh layanan ke Tel Aviv hingga setidaknya Sabtu (14/6/2025). Dua penerbangan yang tengah mengudara ke Israel pada saat serangan terjadi dipaksa berbalik arah di atas Samudra Atlantik dan kembali ke New York. Pihak maskapai, seperti dilansir CNBC, mengonfirmasi bahwa sebanyak 26 awak yang sedang transit di Israel telah diterbangkan kembali ke AS menggunakan pesawat El Al.
Namun, El Al sendiri kini menangguhkan seluruh layanan penerbangannya, termasuk melalui anak perusahaannya, Sundor.
"Seiring dengan perkembangan keamanan terbaru dan arahan dari otoritas keamanan serta penerbangan negara, semua penerbangan EL AL dan Sundor saat ini dihentikan sementara," demikian pernyataan resmi di situs El Al.
Maskapai milik Israel tersebut juga menghentikan pemesanan tiket hingga setidaknya akhir Juni dan memperingatkan calon penumpang agar tidak datang ke Bandara Ben Gurion.
"Bagi pelanggan yang saat ini berada di luar negeri, kami menyarankan untuk mengatur akomodasi tambahan hingga ada pembaruan dari otoritas keamanan," tulis manajemen El Al.
Maskapai lain seperti Turkish Airlines dan Wizz Air turut menghentikan seluruh layanan ke Israel. Lufthansa menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv dan Teheran hingga 31 Juli, serta ke Yordania dan Lebanon hingga minimal 20 Juni. Emirates Airlines dari Dubai bahkan menghentikan seluruh layanan ke Irak, Yordania, Lebanon, dan Iran.
Beberapa maskapai menawarkan pengembalian dana, voucher perjalanan, serta penghapusan biaya perubahan jadwal kepada para pelanggan yang terdampak.
Baca Juga
Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah dan konflik berkepanjangan di Ukraina telah memperumit operasi maskapai global selama beberapa tahun terakhir. Para analis mencatat bahwa pengalihan rute untuk menghindari zona konflik semakin membebani biaya operasional dan memaksa industri penerbangan mengatur ulang jaringan rute internasionalnya.

