Layani Rute Internasional, Perusahaan Singapura Calypte Holding Dirikan Maskapai Penerbangan di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan Singapura, Calypte Holding Pte Ltd mendirikan perusahaan penerbangan di Indonesia yang berfokus pada rute internasional. Demikian disampaikan Chief Executive Officer Indonesia Airlines dan Executive Chairman Calypte Holding, Iskandar dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (8/3/2025).
Calypte Holding telah mendaftarkan anak perusahaan baru melalui notaris untuk pendirian PT Indonesia Airlines Group yang akan melayani masyarakat dengan penerbangan komersial berjadwal di bawah jenama Indonesia Airlines (INA).
Dia menambahkan, pada tahap awal ini pihaknya akan mengoperasikan 20 armada yang terdiri dari 10 unit pesawat berbadan sempit atau narrow body (Airbus A321neo atau A321LR) dan 10 pesawat berbadan lebar atau wide body (Airbus A350-900 dan Boeing 787-9). Adapun Indonesia Airlines akan berbasis di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Baca Juga
Calypte Bangun Maskapai Penerbangan di Indonesia, Layani Rute Internasional
“Untuk mencapai target, Indonesia Airlines menjadi salah satu maskapai penerbangan internasional terbaik. Indonesia Airlines telah menyiapkan tim terbaik yang telah berpengalaman di berbagai maskapai besar di dunia,” kata Iskandar.
Iskandar menyampaikan, Direktur Operasional Indonesia Airlines telah direkrut dari Singapore Airlines yang memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun dan merupakan salah satu pilot pertama di dunia yang menerbangkan pesawat Airbus A380.
Kemudian, kata dia, direktur komersial akan diisi oleh sosok berpengalaman yang telah bekerja selama lebih dari 21 tahun di berbagai maskapai besar seperti Emirates, Asiana Airlines, dan maskapai internasional lainnya.
Baca Juga
Erick Thohir Tekankan Pentingnya Jaga Aspek Keselamatan Penerbangan
Lebih lanjut, departemen operasi penerbangan akan dipimpin oleh salah satu pilot terbaik Indonesia yang saat ini bekerja di maskapai asing. Sedangkan, posisi direktur produk dan layanan akan diisi oleh sosok inspiratif dari Brunei Darussalam yang telah bekerja di Royal Brunei dan Emirates selama 25 tahun.
“Layanan kabin menjadi salah satu perhatian khusus CEO, di mana untuk menghasilkan layanan kabin terbaik kami telah merekrut seorang Manajer Awak Kabin dari British Airways yang juga bagian dari Komite Korporasi Pramugari Eropa (EBAA) dan seorang Wakil Manajer Awak Kabin dari Emirates,” pungkas Iskandar.

