Rajiv Bhatia: Indonesia Gabung BRICS di Waktu yang Tepat
JAKARTA, Investortrust.id - Mantan diplomat senior India dan peneliti utama Gateway House, Rajiv Bhatia, menyatakan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dengan kelompok ekonomi BRICS (Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) dilakukan pada momentum yang sangat tepat. Hal ini disampaikannya dalam forum diskusi bertajuk "Indonesia & BRICS: Learning From Indian Experience" di The Habibie Center, Kemang, Jakarta, Kamis (17/4/2025).
“Saya kira tugas kita sederhana. Kita tidak sedang membahas apakah Indonesia harus bergabung atau tidak. Keputusan telah diambil dan menurut saya, diambil dengan sangat cepat dan bijaksana. Ini adalah langkah yang sangat tepat waktu,” kata Bhatia.
Bhatia menilai, bergabungnya Indonesia ke BRICS dapat menguatkan posisi Indonesia dalam percaturan global, terutama di tengah meningkatnya tren multipolaritas dan pergeseran struktur kekuasaan ekonomi dunia. “Interaksi ini terjadi di waktu yang sangat tepat karena kita sedang menyaksikan perubahan seismik dalam tatanan global. Munculnya dunia yang semakin multipolar membuat lembaga-lembaga plurilateral seperti BRICS menjadi semakin relevan,” ujarnya..
Baca Juga
Bhatia juga menyoroti pentingnya Indonesia dalam menjembatani kepentingan negara-negara berkembang. Sebagai negara besar, nonblok, dan memiliki hubungan erat dengan kekuatan utama dunia, Indonesia dinilai mampu memainkan peran sebagai penyeimbang dan jembatan strategis dalam kerja sama multilateral.
“Indonesia bisa menjadi kekuatan penengah yang membantu membentuk narasi alternatif dari globalisasi versi Barat. Ini juga soal bagaimana Indonesia memposisikan diri untuk tidak hanya menjadi peserta, tapi juga pembentuk sistem internasional baru,” tegasnya.
Ia juga menyebut keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS berikutnya sebagai tonggak penting dalam sejarah keterlibatan negara-negara berkembang dalam tata kelola global. Presiden Amerika sempat menyebut BRICS sudah tidak relevan. Menurutnya justru di sinilah tantangannya untuk membuktikan bahwa BRICS masih hidup, dinamis, dan semakin penting.
Bhatia mengenang kembali pengalamannya bertugas di Indonesia sebagai Wakil Duta Besar India dan mengungkapkan kekaguman pada sosok Presiden B.J. Habibie yang menurutnya telah memimpin Indonesia ke arah demokrasi dan kemajuan teknologi. Ia melihat warisan kepemimpinan seperti itu sebagai fondasi kuat bagi posisi global Indonesia saat ini.
“Indonesia telah lama menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin kawasan dan kini saatnya peran itu diperluas ke tingkat global, bersama BRICS,” ungkapnya. (C-14)

