Trump Melunak, Smartphone, Laptop, dan Semikonduktor China Tidak Kena Tarif Tinggi
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump melunak setelah akan menyesuaikan kebijakan tarif terhadap produk elektronik asal China, seperti smartphone, komputer, dan semikonduktor. Produk itu akan mendapat pengecualian dari tarif sebelumnya.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan, produk-produk tersebut akan dikenakan tarif terpisah dan diberlakukan dalam 1-2 bulan ke depan.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Menguat Setelah Trump Tunda Tarif atas Produk Elektronik
“Pengecualian itu tidak bersifat permanen. Produk-produk, seperti semikonduktor dan perangkat elektronik akan masuk dalam kebijakan tarif yang berbeda dan akan diumumkan dalam waktu dekat,” ujar Lutnick, dikutip dari Reuters, Senin (14/4/2025).
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) pada Jumat malam (12/4) menyatakan bahwa beberapa produk, seperti ponsel, laptop, hard drive, monitor, dan semikonduktor dibebaskan dari tarif dasar 10% dan tarif tambahan sebesar 145% untuk produk impor dari China.
Namun, Donald Trump kemudian mengklarifikasi melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, bahwa produk-produk tersebut tetap akan dikenai tarif sebesar 20%, sama seperti produk terkait fentanyl, dan bukan tarif tambahan 145%.
Trump menyebut, akan memberikan informasi secara terperinci pada Senin waktu setempat. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian penyelidikan tarif berbasis keamanan nasional, yang sedang difokuskan pada semikonduktor dan rantai pasokan elektronik global. "Saya akan memberikan jawabannya pada Senin," kata Trump.
Baca Juga
China Anggap Pengecualian Tarif Hanya ‘Langkah Kecil’, Desak Trump Revisi Bea Masuk 145%
Sementara itu, Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer mengatakan bahwa belum ada rencana komunikasi antara Trump dan Presiden China Xi Jinping di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan kedua negara. “Kita harus lebih serius dalam menangani rantai pasokan semikonduktor. Ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi keamanan jangka panjang,” ujar Greer kepada CBS News.
Meski kabar awal pengecualian tarif sempat memberi sentimen positif di pasar, ketidakpastian kebijakan lanjutan masih membayangi, terutama bagi sektor teknologi dan elektronik yang sangat bergantung pada komponen impor dari China. (C-13)

