Jaguar Land Rover Hentikan Ekspor Mobil Mewahnya ke AS
LONDON, Investortrust.id - Pejabat Jaguar Land Rover, produsen mobil mewah asal Inggris, mengumumkan penangguhan pengiriman produksi mobil mewah mereka ke Amerika Serikat menyusul pemberlakuan tarif impor sebesar 25% atas produk otomotif Inggris oleh Presiden AS Donald Trump.
Perusahaan otomotif tersebut mengumumkan penghentian sementara pengiriman setelah Trump menerapkan tarif baru terhadap impor kendaraan dari Inggris ke AS, dan menyatakan akan “menyesuaikan diri dengan ketentuan perdagangan baru,” demikian dilaporkan BBC pada hari Sabtu (5/4/2025).
Menanggapi kebijakan tarif dari Trump, pihak Jaguar Land Rover megeklaim bahwa mereka memiliki tipikal bisnis yang tangguh dan mampu beradaptasi pada tiap perubahan kebijakan.
“Merek mewah kami memiliki daya tarik global dan bisnis kami tangguh serta terbiasa menghadapi kondisi pasar yang berubah-ubah,” kata Jaguar Land Rover dalam pernyataan pada Rabu (2/4/2025). “Prioritas kami saat ini adalah melayani klien kami di seluruh dunia dan merespons ketentuan perdagangan baru di AS ini,” tambah manajemen seperti dilansir UPI.
Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar kedua bagi Jaguar Land Rover setelah Uni Eropa.
Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa pemerintahnya akan terus melakukan negosiasi kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat, namun mengakui bahwa “akan ada dampak ekonomi” sementara waktu.
Baca Juga
“Kami akan terus menegosiasikan kesepakatan yang sesuai dengan kepentingan nasional kami,” kata Starmer pada hari Kamis dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter).
“Keputusan akan selalu didasarkan pada kepentingan nasional dan apa yang terbaik bagi keamanan para pekerja,” katanya. “Kami akan bergerak lebih jauh dan lebih cepat dalam menjalankan perubahan yang telah kami janjikan untuk membuat ekonomi kami lebih tangguh.”
Trump pada hari Sabtu mengatakan bahwa Amerika Serikat telah memulai “revolusi ekonomi” yang akan dimenangkannya. Banyak negara, menurutnya, “telah memperlakukan Amerika dengan sangat buruk.”
“Kita telah lama menjadi ‘sasaran empuk’ yang bodoh dan tak berdaya, tapi tidak lagi,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social. “Kita sedang mengembalikan lapangan kerja dan bisnis seperti belum pernah terjadi sebelumnya.”
Ia menambahkan bahwa lebih dari US$ 5 triliun investasi bisnis baru telah diumumkan di Amerika Serikat dan “hasil akhirnya akan bersifat historis.”
Trump pada hari Kamis juga mengumumkan tarif universal minimum sebesar 10% untuk semua barang impor ke Amerika Serikat, dengan banyak negara dan industri yang akan terkena tarif lebih tinggi.
Tarif 25% untuk kendaraan dan suku cadang impor ini merupakan bagian dari kebijakan federal yang disebut Trump akan digunakan oleh pemerintahannya untuk menegosiasikan kesepakatan dagang yang lebih baik dengan mitra dagang global Amerika Serikat.
