Trump Klaim Sejumlah Manufaktur Dunia Ini Antre Investasi di AS Pasca Tarif
WASHINGTON, Investortrust.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi melansir tariif resiprokal terhadap 50 negara di dunia yang dianggap telah menikmati surplus perdagangan terhadap AS, dan menerapkan tarif masuk yang tak seimbang dibandingkan manfaat yang bisa diterima oleh Amerika Serikat.
Dalam pengumuman yang disampaikan Trump di Rose Garden, Gedung Putih, Rabu (2/4/2025) waktu setempat atau Kamis dini hari pukul 03.30 WIB, tarif dikenakan berkisar antara 10% di angka terendah dan tertinggi sebesar 49%. Indonesia dikenakan tarif cukup besar di angka 32%, dan berada di atas kisaran yang pernah diperkirakan oleh Bloomberg sebelumnya di angka 30%.
Sementara tarif tertinggi sebesar 49% harus diemban oleh negara Kamboja, sementara tetangganya Vietnam yang tengah menikmati investasi asing secara masih harus mengemban tarif sebesar 46% jika ingin memasukkan produknya ke Amerika Serikat.
Baca Juga
Trump sendiri menilai penetapan tarif yang diberlakukan oleh pemerintahannya setidaknya berhasil membuat sejumlah manufaktur besar akhirnya memilih untuk berinvestasi di AS. “Ini daftar singkat sejumlah perusahaanyang telah mengumumkan dan komitmen untuk berinvestasi (di AS). Perusahaan ini (sebelumnya) telah membangun pabrik-pabrik dan industri di China,” kata Trump saat berpidato di Rose Garden, seperti dilansir dari akun X resmi Presiden Trump, @realDonaldTrump.
“Apple akan mengeluarkan dana US$ 500 miliar. Mereka belum pernah mengeluarkan dana sebesar itu di sini sebelumnya. Mereka akan membangun pabriknya di sini.SoftBank, OpenAI, dan Oracle, perusahaan-perusahaan besar, akan segera berinvestasi US$ 500 miliar. NVIDIA, sebuah hot company, tengah menyiapkan dana ratusan miliar dolar. Mereka baru saja umumkan,” ujar Trump.
Tak cuma perusahaan kakap itu saja, Trump juga mengeklaim bahwa perusahaan semi konduktor raksasa global asal Taiwan, juga akan berincestasi di AS.
“TSMC, perusahaan chip terbesar, terpenting dunia asal Taiwan, menyiapkan investasi US$ 200 miliar. Mereka mengatakan alasannya adalah, pertama, pemilihan umum pada 5 November, dan kedua, tarifnya. Mereka tidak ingin membayar tarifnya,” ujar Trump. “Dan cara agar mereka tidak membayar (tarif bea masuknya) adalah dengan membangun pabrik mereka di sini,” imbuh Trump.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menyebut langkah penerapan tarif baru ini akan mengembalikan kejayaan AS dalam industri chip dunia, yang ia sebut awalnya AS merupakan penguasa 100% pangsa pasar dunia.
Baca Juga
Trump Terapkan Tarif Besar-Besaran, Saham AS Jatuh Setelah Jam Perdagangan
“Sekarang semuanya di Taiwan, hampir semuanya di Taiwan. Beberapa negara lain, tapi kebanyakan di Taiwan. Dan think about it, kita memiliki 100 persen!,” tandasnya.
Tak cuma nama-nama di atas, Trump juga menyebut Johnson&Johnson juga bakal mengucurkan investasinya sebesar US$ 55 juta yang menurut Trump sejatinya AS sudah memiliki kesempatan untuk menarik korporasi tersebut untuk berinvestasi di dalam negerinya. “Tapi kita kehilangan kesempatan itu karena orang-orang yang dulu ada di gedung itu (White House) tidak melakukan tugas mereka, mereka membiarkan (ngeara lain) mencuri dari kita,” ujarnya yang menyindir pemerintahan era Joe Biden.
“Eli Lilly, (berinvestasi) US$ 27 juta. MEDA akan mengeluarkan investasi US$ 500 juta. Wow. DEMACC berivestasi US$ 20 juta dolar. CMA, CGM, sebesar US$ 20 juta. Dan kemudian ada Merck, Clarios, Stellantis, General Motors, GE Aerospace, Honda, Nissan,” kata Trump.

