Penarikan Deposito Besar-besaran di Bank AS Capai Rp 2.752 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id – Telah terjadi penarikan dana besar-besaran dari produk deposito di perbankan Amerika Serikat dalam tiga bulan terakhir. Nilainya mencapai US$174,3 miliar atau setara denganRp 2.752 Triliun. S&P Global pun mengumumkan bahwa industri perbankan tengah mengkerut secara bertahap.
Angka yang diumumkan ini memberikan gambaran tentang aliran modal miliaran dolar keluar dari sistem perbankan AS.
Baca Juga
Dalam laporan terbaru, S&P Global menyatakan total deposito non-brokered, atau dana yang sebagian besar berasal dari pelanggan ritel, mencatat penurunan kuartalan keenam berturut-turut pada kuartal ketiga tahun ini.
Dalam pernyataannya, S&P Global menyebut deposito non-brokered turun dari US$17,430 triliun pada kuartal kedua menjadi US$17,256 triliun pada kuartal ketiga, mewakili penurunan sebesar US$174,303 miliar. Secara khusus, S&P Global menyatakan bahwa Citibank, Bank of America, Wells Fargo, dan JPMorgan Chase mengalami penurunan kuartalan setidaknya masing-masing 2%.
Deposito di seluruh industri perbankan komersial turun sekitar US$947 miliar dari rekor tertinggi sebesar US$18,203 triliun yang tercatat pada April 2022.
Baca Juga
Untuk mengkompensasi keluarnya deposito, industri perbankan mulai lebih bergantung pada pendanaan grosir, yang melibatkan broker deposito dari lembaga keuangan besar.
“Selama setahun terakhir, deposit brokered plus total pinjaman di unit Bank of America NA dan unit Wells Fargo Bank NA milik Bank of America Corp, meningkat lebih dari dua kali lipat. Di unit JPMorgan Chase Bank NA milik JPMorgan Chase & Co, peningkatannya sebesar 30,5%,” demikian S&P dalam pernyataannya yang dikutip Dailyhodl.com, Minggu (12/11/2023).
“Penurunan terbesar di antara Big Four dialami Citigroup Inc, unit Citibank NA, dengan penurunan tahunan sebesar 10,2%.”
Saat ini perbankan di Amerika Serikat pada pinjaman dan leasing untuk menguatkan neraca mereka. Pergeseran strategi ini terjadi ketika total aset yang dipegang di seluruh industri terus mengalami penurunan.
“Transformasi itu berlangsung ketika industri secara bertahap menyusut. Total aset untuk bank komersial AS, bank tabungan, serta serikat tabungan dan pinjaman pada 30 September adalah US$23,406 triliun, mewakili penurunan sebesar 0,2% dari 30 Juni dan penurunan sebesar 2,4% sejak puncak tertinggi sepanjang masa pada 31 Maret 2022,” dipaparkan S&P.

