Diperkirakan Tak Ada Korban Selamat di Tabrakan Heli dan Pesawat di Washington
WASHINGTON, Investortrust.id - Lebih dari 60 orang dikhawatirkan tewas setelah sebuah jet penumpang regional milik American Airlines bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS pada Rabu (29/1 2025). Badan dan serpihan pesawat jatuh ke Sungai Potomac yang membeku, dekat Bandara Nasional Reagan Washington.
"Saat ini, kami tidak percaya ada yang selamat," kata Kepala Pemadam Kebakaran Distrik Columbia, John Donnelly, dalam konferensi pers pada hari Kamis yang dikutip CNAnews.com
Soal kemungkinan tidak adanya korban selamat juga disampaikan Wali Kota Wichita, Lily Wu, dalam konferensi pers. "Kami telah diberitahu bahwa tidak ada yang selamat. Kami berduka bersama semua yang terdampak," ujarnya.
Donnelly mengatakan sejauh ini 28 jenazah telah ditemukan di sungai. Insiden dinilai menjadi bencana udara paling mematikan di AS dalam lebih dari satu dekade. "Kami akan bekerja untuk menemukan semua jenazah dan mengembalikannya kepada keluarga mereka," ujar Donelly.
Dalam kesempatan berbeda American Airlines mengonfirmasi bahwa terdapat 60 penumpang dan empat awak di dalam pesawat. Sementara pejabat AS mengatakan bahwa helikopter Black Hawk nahas membawa tiga tentara dalam penerbangan latihan. Pejabat tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya telah menghentikan sementara penerbangan helikopter untuk unit Angkatan Darat yang terlibat dalam insiden ini.
Dilaporkan media setempat, para penumpang dalam penerbangan tersebut di antaranya para skater es beserta keluarga dan pelatihnya yang baru kembali dari acara di Wichita, Kansas. Di antara mereka termasuk mantan juara dunia kelahiran Rusia, Yevgenia Shishkova dan Vadim Naumov.
CBS News melaporkan bahwa tim penyelam telah menemukan salah satu dari dua perekam data penerbangan, yang dikenal sebagai kotak hitam, dari pesawat tersebut.
Baca Juga
Pesawat Berisi 64 Penumpang Bertabrakan dengan Helikopter Militer di Washington DC
Tabrakan di udara terjadi saat pesawat penumpang sedang mendekati bandara untuk mendarat di Reagan. Komunikasi radio antara menara pengendali lalu lintas udara dan Black Hawk menunjukkan bahwa kru helikopter mengetahui keberadaan pesawat di sekitar posisi terbang mereka.
Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, mengatakan bahwa baik helikopter maupun pesawat penumpang sebenarnya telah terbang sesuai pola penerbangan standar, dan tidak ada gangguan komunikasi.
"Semuanya berjalan sesuai prosedur sebelum kecelakaan terjadi," katanya.
Ruang udara di wilayah Washington DC memang sering kali padat, karena terdapat tiga bandara komersial dan beberapa fasilitas militer utama. Para pejabat telah menyuarakan kekhawatiran mengenai landasan pacu yang sibuk di Bandara Nasional Reagan, yang terletak di seberang sungai dari Washington. Beberapa insiden nyaris tabrakan telah menimbulkan keprihatinan, termasuk kejadian pada Mei 2024.
Namun pihak otoritas militer memastikan bahwa Helikopter Black Hawk diterbangkan oleh kru yang "cukup berpengalaman" dan menggunakan kacamata night vision saat menjalani penerbangan pelatihan tahunan pada Rabu malam, yang digelar untuk meningkatkan keterampilan. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam pernyataannya.
Sementara itu Presiden AS Donald Trump akan mengadakan briefing terkait kecelakaan ini pada Kamis pukul 11 pagi waktu Timur (1600 GMT). Dalam unggahan sebelumnya di Truth Social, Trump mempertanyakan tindakan kru helikopter dan petugas pengendali lalu lintas udara. "Ini adalah situasi buruk yang sepertinya seharusnya bisa dicegah. TIDAK BAGUS!!!," tulisnya.
Penerbangan American Eagle 5342 dioperasikan oleh PSA Airlines, sebuah maskapai regional berbasis di Ohio yang merupakan anak perusahaan American Airlines. Pesawat tersebut adalah jenis CRJ-700, yang menurut maskapai berasal dari lini jet regional buatan perusahaan Kanada, Bombardier yang kini dimiliki Mitsubishi. CEO American Airlines, Robert Isom mengatakan bahwa pilot pesawat adalah orang berpengalaman dengan jam terbang sekitar enam tahun.
Ia menambahkan bahwa perusahaan bekerja sama dengan Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) untuk menyelidiki kecelakaan.
Baca Juga
Rekaman komunikasi pengendali lalu lintas udara menangkap percakapan terakhir menara pengawas dengan pilot helikopter, yang memiliki tanda panggilan PAT25 sebelum bertabrakan dengan jet CRJ.
"PAT25, apakah Anda melihat CRJ? PAT25, lewati di belakang CRJ," kata seorang petugas pengendali lalu lintas udara pada pukul 8.47 malam (0147 GMT) pada Rabu, menurut rekaman dari liveatc.net.
Beberapa detik kemudian, sebuah pesawat lain melaporkan ke menara pengawas, mengatakan, "Menara, apakah Anda melihat itu?" yang tampaknya merujuk pada kecelakaan tersebut. Seorang petugas pengendali lalu lintas udara kemudian mengalihkan pesawat-pesawat yang menuju landasan pacu 33 di Bandara Nasional Reagan untuk berputar kembali.

