379 Orang Selamat dalam Insiden Tabrakan Pesawat di Bandara Haneda, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id – Kisah penyelamatan seluruh 379 orang yang berada di dalam pesawat maskapai Japan Airlines nomor penerbangan JAL-516 setelah bertabrakan dengan pesawat penjaga pantai mendapat pujian di seluruh dunia.
Pesawat Japan Airlines itu terbang dari Bandara New Chitose di Sapporo pukul 16:00 waktu setempat dan tiba di Bandara Haneda sekitar 18:00. Sementara insiden tabrakan terjadi di Bandara Haneda, Tokyo pada Selasa (2/1/2024) sekitar pukul 17:40 waktu setempat. Investigasi mengenai penyebab tabrakan ini masih berlangsung.
Di sisi lain, lima awak pesawat penjaga pantai bernasib nahas. Kelimanya meninggal dunia, dan satu orang -diduga kapten pesawat- dikabarkan luka parah.
Dikutip dari berbagai sumber, proses evakuasi 367 penumpang dari pesawat Airbus A350 itu bisa berlangsung cepat dan mulus. Menurut pakar penerbangan, faktor penentunya adalah sikap penumpang yang tertib dan tidak membawa satu pun barang bawaan.
Baca Juga
KBRI Pastikan Tak Ada WNI Terdampak Kecelakaan Pesawat di Haneda
Di sisi lain, penyelamatan bisa terjadi karena kemampuan awak kabin Japan Airlines memandu dalam proses evakuasi seluruh penumpang di saat pesawat komersil itu sudah menjadi ‘bola api’. Berkat kombinasi dua hal itulah nyawa seluruh penumpang yang ‘berperilaku baik’ itu selamat.
Dari semua video yang beredar, tak ada satu pun penumpang yang merangkak di lantai, atau membawa koper. Jika ada yang berusaha mengambil bawaan mereka, maka akan menghambat evakuasi dan membahayakan nyawa mereka.
Pujian pun ramai tersebar di media sosial untuk awak kabin Japan Airlines yang berjumlah 12 orang. Pujian itu layak disematkan kepada mereka. Hanya dalam hitungan menit, para awak kabin JAL-516 bisa mengevakuasi 367 penumpang. Semua awak kabin pun selamat dalam insiden tersebut.
Di tengah ancaman kobaran api yang membakar sebagian sayap pesawat, seluruh proses evakuasi yang dimulai setelah pesawat Airbus A350 itu berhenti sampai semua penumpang dibawa ke tempat aman, tuntas kurang dari 20 menit.
Baca Juga
Insiden JAL jadi Airbus A350 Pertama Hancur Total dalam Kecelakaan
Padahal, dalam teori keselamatan penerbangan, begitu kecelakaan terjadi, seluruh penumpang dan awak kabin sudah harus bisa dikeluarkan dari tubuh pesawat dalam waktu 90 detik.
Kondisi pesawat Airbus A350 setelah tabrakan terjadi pun sebenarnya tidak ideal sehingga menyulitkan evakuasi. Bahkan, posisi hidung pesawat berada di bawah sehingga sulit bagi penumpang untuk bergerak.
Tak hanya kondisi pesawat yang sudah seperti ‘bola api’, di pesawat itu pun hanya ada tiga seluncur darurat yang bisa digunakan untuk mengevakuasi penumpang tetapi penggunaannya tidak sempurna karena posisi pesawat. Seluncur-seluncur ini rupanya sangat terjal dan ini bisa membahayakan penumpang ketika turun.
Kondisi lain yang dilaporkan Japan Airlines adalah sistem pemberitahuan pesawat JAL-516 juga tidak berfungsi selama proses evakuasi, sehingga awak pesawat harus memberikan instruksi menggunakan megafon dan berteriak.
Mereka juga melaporkan bahwa satu penumpang menderita memar-memar dan 13 lainnya meminta perawatan medis karena merasa nyeri.(berbagai sumber)

