Alaska Air Siap-siap Akuisi Hawaiian Holdings Inc
JAKARTA, Investortrust.id - Alaska Air Group Inc mengumumkan pada Minggu (3/12/2023) bahwa mereka akan mengakuisisi Hawaiian Holdings Inc seharga US$1,9 miliar, termasuk utang. Banyak kalangan menilai Alaska Air berani mengambil risiko mengakuisisi maskapai yang sedang mengalami masalah, dengan rute yang menguntungkan. Sementara itu regulator antitrust AS menentang upaya konsolidasi di sektor penerbangan tersebut.
Alaska Air mengatakan, mereka akan membayar US$18 per saham tunai, hampir empat kali lipat harga penutupan Hawaiian pada hari Jumat (1/12/2023). Nilai pembelian di level premium ini sejatinya mencerminkan seberapa parah saham Hawaiian sudah terpukul. Kebakaran hutan di Maui, biaya bahan bakar tinggi, dan masalah recall mesin jet pada beberapa pesawat Airbus SE milik Hawaiian menyebabkan kerugian besar dan penurunan harga saham sebesar 65% dalam 12 bulan terakhir.
Kesepakatan ini menarik perhatian pengawasan antitrust AS, yang sebelumnya juga menantang akuisisi US$3,8 miliar JetBlue Airways Corp dengan Spirit Airlines Inc.
Baca Juga
Maskapai Penerbangan Terpukul Gara-Gara Konflik Israel-Hamas
Regulator antitrust AS mulai mencurigai langkah penggabungan antara maskapai penerbangan kecil, padahal 80% sektor penerbangan AS dikuasai oleh empat pemain besar, seperti United Airlines, American Airlines, Delta Air Lines, dan Southwest Airlines. Namun tentangan dari Lembaga antitrust telah membuat JetBlue menghentikan aliansi tiga tahunnya dengan American Airlines pada bulan Juli lalu.
Sementara itu kerja sama dengan Hawaiian akan memberikan Alaska Air kontrol lebih dari 50% pasar penerbangan ke Hawaii, salah satu tujuan wisata terpopuler di dunia.
"Ini adalah tempat orang ingin datang untuk menghabiskan waktu liburan, merayakan pernikahan, dan ulang tahun pernikahan. Ini adalah sesuatu yang kami percayai akan tetap kuat selama bertahun-tahun," kata CEO Alaska Air, Ben Minicucci, dalam wawancara yang dikutip Reuters, Senin (4/12/2023).
Baca Juga
Ben juga mengungkapkan keyakinannya bahwa regulator akan menyetujui kesepakatan tersebut pada akhir 2024. Alaska Air juga membela penawaran premium 270% sebagai tawaran yang murah, mencatat bahwa kesepakatan ini menilai Hawaiian sebesar 0,7 kali pendapatan tahunannya, sebenarnya masih jauh di bawah rata-rata angka industri sebesar 1,7 kali. Mereka menambahkan bahwa mereka memproyeksikan bisa menghemat sebesar US$235 per tahun lewat akuisisi ini.
Sebelumnya diberitakan Hawaiian mencatat kerugian bersih sebesar US$159,3 juta dalam sembilan bulan pertama 2023. Angka ini menurun dibandingkan kerugian sebesar US$189,9 juta dalam periode yang sama tahun lalu, akibat kebakaran hutan di Maui menyebabkan penurunan lalu lintas udara ke Hawaii, ditambah kenaikan 4% dalam biaya bahan bakar pesawat menekan kerugiannya, pkus masalah dengan mesin buatan Pratt & Whitney milik RTX Corp yang membuat sebagian armada Airbus A321neo-nya harus di-grounded.
