Pertamina Mau Ngebor di Alaska? Ini Kata Wamen BUMN
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dikabarkan tengah mengejar hak partisipasi atau participating interest (PI) minoritas di proyek Pikka, yang merupakan salah satu ladang minyak raksasa di Lereng Utara Alaska, Amerika Serikat (AS).
Menanggapi hal ini, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, tidak menampiknya. Ia mengakui bahwa Pertamina memang sedang menyasar lokasi-lokasi potensial yang bisa menghasilkan minyak dengan cepat.
“Kita ada program besar untuk melakukan merger dan akuisisi di lepas pantai, terutama untuk menghasilkan produksi cepat,” kata pria yang akrab disapa Tiko itu saat ditemui di DBS: Crafting a Sustainable Future Towards Golden Indonesia 2045 and ESG Excellence, di Jakarta, Selasa (21/5/2024).
Baca Juga
Pertamina Hulu Energi Targetkan Lifting Migas 742.000 BOEPD di 2024
Sebagai informasi, proyek Pikka dioperatori oleh perusahaan minyak Australia, Santos, dengan memegang 51% saham. Sisanya sebesar 49% dipegang oleh perusahaan minyak Spanyol, Repsol.
Sementara itu, Pertamina sedang mencoba melakukan merger dengan harapan bisa meningkatkan produksi minyak, mengingat lifting minyak di dalam negeri tengah mengalami tren penurunan.
“Kita memang secara kontinyu mencari sumber-sumber minyak di luar negeri karena kita tahu produksi kita naikkan,” ujar Tiko.
Pertamina sendiri sejatinya telah menetapkan target lifting minyak sebesar 627 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 7% dibandingkan prognosa 2023.
