Pasar Asia ‘Mixed’, Kospi Korea Memimpin Kenaikan didukung Samsung
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Korea Selatan (Korsel) melaju di tengah pelemahan pasar saham Jepang. Indeks Kospi Korsel melonjak di atas 2%, sedangkan Nikkei 225 anjlok di atas 1%.
Baca Juga
Pasar Asia Mayoritas Jatuh, Nikkei 225 Dibuka Anjlok Lebih dari 1%
Saham-saham di Asia-Pasifik bervariasi pada penutupan Senin (18/11/2024). Investor menunggu rilis data ekonomi dari wilayah.
Data penting minggu ini dari Asia mencakup suku bunga pinjaman Tiongkok, yang akan dirilis pada hari Rabu. ING memperkirakan tidak ada perubahan pada LPR (loan prime rate) Tiongkok, dengan suku bunga satu tahun saat ini sebesar 3,1% dan LPR lima tahun sebesar 3,6%.
Jepang akan merilis data perdagangan pada hari Selasa dan angka inflasi utama bulan Oktober pada hari Jumat, sementara bank sentral Australia pada hari Selasa akan merilis risalah pertemuannya awal bulan ini.
Dikutip dari CNBC, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,16% dan berakhir pada 2.469,07. acuan Jepang Nikkei 225 turun 1,16% pada awal perdagangan, sedangkan Topix berbasis luas turun 0,65%.
Kospi Korea Selatan naik 1,06%, sedangkan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,62%. Kospi memimpin kenaikan di Asia, didukung oleh kenaikan 5,98% saham papan atas Samsung Electronics. Saham berkapitalisasi kecil Kosdaq membalikkan penurunan menjadi naik 0,6% dan berakhir pada 689,55.
Baca Juga
Cermati Penurunan Suku Bunga China, Pasar Asia Pasifik ‘Mixed’
Pasar Jepang paling berbeda di kawasan, dengan indeks acuan Nikkei 225 turun 1,09% dan ditutup pada 38,220.85. Indeks Topix berbasis luas melemah 0,73% menjadi 2.691,76.
S&P/ASX 200 Australia naik 0,18% menjadi 8.300,2, menandai kenaikan sesi ketiga berturut-turut dan mencapai level penutupan tertinggi dalam sebulan.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,82% pada jam terakhir perdagangan, sementara CSI 300 Tiongkok daratan turun 0,46% menjadi ditutup pada 3,950,38.

