Pasar Asia Melesat di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Nikkei dan Kospi Memimpin
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada Rabu (11/3/2026) saat para investor menncermati perkembangan perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Baca Juga
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,35% pada perdagangan awal.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,36%, Topix naik 1,22%. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,52%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bertambah 1,39%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Index berada di level 25.936 dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks tersebut di 25.959,9.
Harga minyak, yang melonjak hingga hampir $120 per barel pada Senin di puncak kekhawatiran terkait konflik Iran, turun dari level tertingginya setelah para trader percaya bahwa sekelompok negara akan menggunakan cadangan minyak darurat untuk mengurangi gangguan pasokan akibat konflik tersebut.
Minyak mentah AS terakhir naik 3,24% ke $86,15 per barel.
“Dampak paling langsung dari guncangan harga minyak adalah bahwa hal itu bertindak seperti pajak bagi perekonomian. Ketika harga energi melonjak, rumah tangga membelanjakan lebih banyak untuk bahan bakar dan utilitas dan lebih sedikit untuk hal lainnya, yang secara diam-diam memperlambat permintaan konsumen di seluruh ekonomi,” urai David Johnson dari perusahaan jasa keuangan Vervent, seperti dikutip CNBC.
Di pasar saham AS, indeks S&P 500 turun tipis dalam perdagangan yang bergejolak ketika harga minyak terkoreksi dan para trader terus memantau perang Iran.
Baca Juga
Wall Street Masih Bergolak, Investor Waspadai Eskalasi Perang Iran
Indeks pasar luas tersebut turun 0,21% dan berakhir di 6.781,48. Dow Jones Industrial Average turun 34,29 poin, atau 0,07%, menjadi 47.706,51. Sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,01% ke 22.697,10.
Sebelumnya dalam sesi itu, Dow sempat turun hingga 296,57 poin atau 0,6%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,5% dan 0,4% di titik terendahnya.

