World Economic Forum 2024 Digelar di Davos, Ini Pandangan Pengamat
JAKARTA, Investortrust.id - Gelaran World Economic Forum akan diselenggarakan di Davos, Swiss, pada 14-19 Januari 2024. Memasuki edisi ke-54, tahun ini World Economic Forum mengangkat tema “Membangun Kembali Kepercayaan (Rebuilding Trust), yang tampaknya merupakan kelanjutan dari tema "Bekerja Sama, Memulihkan Kepercayaan (Working Together, Restoring Trust)" pada ajang yang sama pada tahun 2022.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ini akan dihadiri oleh sejumlah pemerintah dari lebih dari 100 negara, serta semua organisasi internasional utama. Akan hadir pula perwakilan industri, media, perwakilan kalangan muda, social entrepreneurs hingga pimpinan civil society. Menurut Presiden World Economy Forum Borge Brende, dilansir dari berbagai sumber, forum ini menyediakan struktur untuk mengembangkan penelitian, aliansi, dan kerangka kerja yang mempromosikan kerja sama sepanjang tahun 2024.
Sebagai kelanjutan dari tahun 2022 berbagai pihak berharap para pemimpin dunia dapat kembali membangun kolaborasi dengan negara lainnya, termasuk dalam membangun kerjasama dalam riset dan mewujudkan keamanan bersama. Pandangan positif juga dilontarkan Chief Economist PT Bank Permata Josua Pardede, terhadap gelaran World Economic Forum 2024.
Baca Juga
WEF Digelar di Davos Besok, Ini Tema yang akan Jadi Diskursus Global
"Kami memandang tema dari WEF tersebut dapat dijadikan sebagai sarana bagi para pemimpin dunia untuk dapat bekerjasama dengan para pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemimpin negara lainnya, untuk mencapai tujuan bersama. Mengingat saat ini apa yang terjadi di suatu negara, dapat mempengaruhi kondisi negara lainnya," ungkap Josua kepada Investortrust, Senin (15/01/2024).
Selain itu, Josua menilai World Economic Forum tentu berharap para pemimpin negara dapat meningkatkan transparansi pemerintahnya, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kolaborasi di tengah berbagai konflik yang terjadi.
"Hal tersebut diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan bersama yang sudah ditetapkan, termasuk di dalamnya tentang perubahan iklim dan teknologi, seperti AI," ungkap Josua.
Selain itu, KTT ini akan berusaha untuk memulihkan prinsip-prinsip dasar konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas di antara pemimpin global, serta mempertegas kembali agenda kolektif.
Agenda ini seperti membawa dunia back to basics, dengan harapan akan meningkatkan dialog bisnis di level global, serta dialog di level pemerintah, dan pemimpin masyarakat sipil untuk bekerja sama dalam memanfaatkan kemajuan teknis di industri, ilmu pengetahuan, dan kemasyarakatan.

