World Economic Forum 2024 Ditutup, Cek Simpulannya
JAKARTA, Investortrust.id - Para pemimpin dunia dan eksekutif bisnis global telah meninggalkan suhu beku resor pegunungan Davos di Swiss, Jumat (19/1/2024) setelah selaa sepekan berkumpul untuk menghadiri World Economic Forum yang berlangsung sejak 15 Januari.
Dalam ajang Forum Ekonomi Dunia tersebut, sejumlah isu yang mengemuka secara global menjadi bahasan para pemimpin dan CEO dunia. Sejumlah isu berhasil menghasilkan inisiatif-inisiatif yang bisa melahirkan solusi sejumlah persoalan. Namun sebagian lainnya tertinggal menjadi semata sebuah isu dalam sebuah forum skala global.
Reuters membuat sejumlah simpulan singkat atas isu -isu yang mengemuka di World Economic Forum. Gelaran World Economic Forum tahun ini mengusung tema “Rebuilding Trust” dengan empat agenda prioritas, yakni terkait keamanan dunia (Achieving Cooperation and Security in a Fractured World), penciptaan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja (Creating Growth and Jobs for New Era), penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk mendorong ekonomi Masyarakat, serta tema keberlanjutan terkait perubahan iklim, alam dan energi (A Long Term Strategy for Climate, Nature and Energy).
Simak simpulannya:
TIMUR TENGAH
Gaza mendominasi agenda Forum Ekonomi Dunia (WEF), sayangnya para pemimpin dunia gagal menghasilkan rincian jelas mengenai cara menuju kemerdekaan bagi Palestina, atau gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, di Gaza.
Perang ini terbukti telah mengakibatkan perlambatan ekonomi di seluruh wilayah, demikian kata Menteri Keuangan Qatar yang dilansir Reuters. Sementara itu Kepala Dana Investasi Palestina memperkirakan setidaknya diperlukan US$15 miliar untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak, hanya di Gaza saja. Sedangkan pimpinan negara-negara Arab mengatakan mereka tidak akan mendanai rekonstruksi, kecuali tercipta perdamaian yang abadi di kawasan.
"Kami setuju bahwa perdamaian regional mencakup perdamaian untuk Israel, tetapi itu hanya bisa terjadi melalui perdamaian bagi Palestina melalui (berdirinya) negara Palestina," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, kepada panel di WEF.
LAUT MERAH
Serangan kelompok Houthi yang beraliansi dengan Iran di Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah akan meningkatkan biaya logistik dari Asia ke Eropa, demikian pernyataan perusahaan logistik raksasa DP World. Para CEO yang berkumpul di Davos bahkan mengatakan mereka harus menyiapkan rute alternatif. Sementara Wakil Presiden Yaman dan Menteri Luar Negeri Iran mengatakan serangan itu tidak akan berhenti sampai Israel mengakhiri perang di Gaza.
"Jika itu ancaman dalam jangka pendek, kapal-kapal tanker mungkin masih tersedia... Tetapi jika dalam jangka panjang, bisa menjadi masalah," kata Amin Nasser, CEO Saudi Aramco.
CHINA
Perdana Menteri Li Qiang di Davos mengungkapkan bahwa ekonomi China terbuka untuk bisnis dan potensial bagi investasi asing. Tetapi para investor tetap waspada di tengah pemulihan pasca pandemi yang tersendat, dan ketegangan hubungan China dengan Amerika Serikat. Seorang CEO yang ditanya tanggapannya soal sesi makan siang bersama Li Qiang, ia hanya menyebut kata “biasa saja”, yang menggambarkan sikap skeptisnya terhadap pesona yang dilancarkan China.
Perdana Menteri Republik Rakyat China Li Qiang menyampaikan sambutan pada sesi khusus bersama Pendiri dan Executive Chairman dari World Economic Forum, Klaus Schwab pada Pertemuan Tahunan World Economic Forum 2024 di Davos-Klosters, Swiss, (16/01/2024). Foto: World Economic Forum/Benedikt von Loebell.
KECERDASAN BUATAN
Pembicaraan tentang kecerdasan buatan (Artifivial Intellegence/AI) bergaung di tiap ruang dan panel pertemuan di Davos, yang isinya menjanjikan perlunya kembali dibahas secara mendalam soal risiko dan keamanan dari AI, seperti yang disampaikan oleh PM China, Li Qiang. Dialog yang mengemuka juga membahas bagaimana sebaiknya teknologi yang sedang berkembang ini bisa diatur, dan digunakan untuk penemuan ilmiah. Di tengah bahasan soal kekhawatiran dan tata kelola, tetap muncul pertanyaan mengenai cara memonetisasi AI.
Pendiri dan Executive Chairman World Economic Forum, Klaus Schwab mencoba VR (Virtual Reality) di sela Pertemuan Tahunan World Economic Forum 2024 di Davos-Klosters, Swiss (15/01/2024). Foto: World Economic Forum/Pascal Bitz.
RESTRUKTURISASI UTANG
Presiden terpilih Argentina Javier Milei membuat debutnya dengan pidato di panggung utama Davos, dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva untuk membahas rencananya menavigasi masifnya utang Argentina. "Kapitalisme, enterprenur bebas adalah satu-satunya alat yang kita miliki untuk mengakhiri kelaparan dan kemiskinan," kata Milei.
Sementara itu Ghana akan kembali berkomunikasi dengan pemegang obligasi internasionalnya dan tetap berusaha membangun momentum dalam restrukturisasi utang.
EKONOMI
Para kepala bank sentral dunia memperingatkan tekanan inflasi dari kenaikan biaya logistik dan potensi kenaikan harga minyak. Di sisi lain para bankir mengkhawatirkan bahwa pasar salah menilai soal penurunan tingkat suku bunga, serta risiko geopolitik yang bisa mengakibatkan volatilitas.
"Ini adalah tahun besar secara umum dengan banyak pemilihan presiden di seluruh dunia yang secara potensial bisa mengubahcara penanganan stimulus fiskal di seluruh dunia," kata Suni Harford, Presiden Manajemen Aset dan Pemimpin Dewan Eksekutif Grup untuk Keberlanjutan dan Dampak di UBS.
PERBANKAN
Konsolidasi perbankan di Eropa dibahas secara tertutup, tetapi para eksekutif mengatakan merger lintas batas sulit dicapai tanpa regulasi yang sama di seluruh wilayah. Merger selektif dari perbankan nasional justru kemungkinannya lebih terbuka.
ENERGI
Meskipun beberapa panel fokus soal upaya mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil, Kepala Aramco mengatakan kepada Reuters bahwa permintaan minyak tidak akan meningkat dalam waktu dekat. Jumlah para eksekutif perusahaan energi yang hadir di Davos pun lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. Bos perusahaan minyak seperti Shell, TotalEnergies, dan Aramco bertemu di pertemuan sidelines untuk membahas cara membantu langkah dekarbonisasi industri yang bahan bakarnya mereka pasok.
UKRAINA
Dengan sejumlah krisis di belahan dunia lain yang tengah bersaing untuk mendapatkan perhatian warga Bumi, Presiden Volodymyr Zelenskyy memasukkan Ukraina dalam agenda Davos sejak awal digelar. Pembicaraan dengan lebih dari 80 penasihat keamanan nasional dari seluruh dunia mengarah pada upaya menjadikan Swiss sebagai tuan rumah perundingan perdamaian. Zelenskyy juga bertemu dengan Jamie Dimon dari Wall Street dan pemimpin bank lainnya untuk mencari pendanaan demi rekonstruksi di Ukraina.
"Ukraina dapat menang dalam perang ini, tetapi kita harus terus memberdayakan perlawanan mereka," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mendesak sekutu Barat Kyiv untuk terus memberikan pengiriman senjata dan dukungan keuangan.
GENDER
WEF mengatakan sekitar 28% dari total 3.000 peserta, termasuk 350 kepala negara dan pemerintahan serta menteri, yang berkumpul di Davos tahun ini adalah perempuan.
"Tahun ini menandai tonggak penting dalam sejarah Pertemuan Tahunan ke-54, karena kami memperkirakan telah menerima lebih dari 800 perempuan di Davos, sebuah angka tertinggi dalam catatan kami," kata mereka.

