Imbal Hasil Treasury 10-tahun Sempat Jatuh di Bawah 4,3% Gara-gara Sentimen Inflasi dan Fed
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS turun pada hari Rabu setelah Federal Reserve mengindikasikan pihaknya membuat terobosan dalam inflasi menyusul laporan CPI bulan Mei yang membaik.
Baca Juga
Investor Cermati Data Ekonomi Terbaru, Yield Obligasi AS Cenderung ‘Flat’
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun terakhir turun 8 basis poin menjadi 4,318%. Imbal hasil acuan sempat turun ke level 4,25%, level terendah sejak 1 April.
Imbal hasil Treasury 2 tahun terakhir merosot lebih dari 7 basis poin menjadi 4,756%.
The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada angka 5,25%-5,50% pada hari Rabu, namun memperkirakan akan menurunkan suku bunga hanya satu kali pada akhir tahun ini, turun dari tiga kali penurunan suku bunga yang diproyeksikan pada bulan Maret. Bank sentral juga menunjukkan sedikit optimisme bahwa inflasi akan mencapai target 2%.
“Inflasi telah mereda selama setahun terakhir namun tetap tinggi,” kata pernyataan pasca pertemuan tersebut. “Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat sedikit kemajuan menuju sasaran inflasi 2 persen yang ditetapkan Komite.”
Keputusan The Fed diambil setelah harga konsumen bulan Mei berada di bawah ekspektasi. Angka tersebut menunjukkan bahwa CPI datar dari bulan ke bulan di bulan Mei dan naik 3,3% dari tahun ke tahun. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan bulanan sebesar 0,1% dan 3,4% dari tahun ke tahun.
CPI inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, menunjukkan kenaikan harga yang sedikit lebih tinggi namun juga di bawah ekspektasi.

