Yield Obligasi Pemerintah AS Anjlok Dipicu Kontraksi Sektor Manufaktur
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS merosot pada hari Senin (3/06/2024) karena investor menilai lemahnya data manufaktur AS dan menantikan laporan pekerjaan utama yang dijadwalkan untuk akhir minggu ini.
Baca Juga
Mengutip CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun (10Y) turun hampir 12 basis poin menjadi 4,394%. Imbal hasil Treasury 2 tahun turun hampir 8 basis poin menjadi 4,814%.
Tanda-tanda kontraksi di sektor manufaktur AS membebani imbal hasil. Indeks manufaktur ISM tercatat sebesar 48,7 pada bulan Mei, di bawah perkiraan yang diperkirakan sebesar 49,6. Angka di bawah 50 merupakan indikasi kontraksi.
Investor sedang menunggu data ekonomi lebih lanjut pada minggu ini yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai keadaan perekonomian dan jalur kebijakan moneter. Data ini mencakup angka lowongan pekerjaan untuk bulan April, serta laporan pekerjaan bulan Mei, yang mencakup data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran pada bulan tersebut.
Di tempat lain, Bank Sentral Eropa akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis dan diperkirakan akan mengumumkan penurunan suku bunga pertamanya sejak tahun 2019.
Hal ini terjadi menjelang pertemuan Federal Reserve berikutnya pada 11-12 Juni. Para trader tidak memperhitungkan penurunan suku bunga The Fed hingga bulan September, menurut FedWatch Tool dari CME Group, namun mereka akan mengamati pertemuan tersebut dengan cermat untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter.
Investor pada hari Senin juga terus mencerna rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan April pada hari Jumat. PCE inti, yang tidak mencakup biaya pangan dan energi, naik 0,2% secara bulanan dan 2,8% dari tahun sebelumnya. Angka bulanan tersebut sesuai dengan ekspektasi, sedangkan angka tahunan 0,1 poin persentase di atas perkiraan.
Baca Juga
Tak Sesuai Ekspektasi, Indeks Manufaktur AS Mei Turun Jadi 48,7

